Prada Aldi, Anggota Pasukan Kala Hitam TNI Jago Tembak dan Mengaji

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah kisah inspiratif datang dari Papua. Seorang prajurit muda, Muh Aldi, sangat disegani rekan-rekannya. Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infantri (Yonif) 312/Kala Hitam ini, tak hanya punya keahlian menembak. Tetapi juga memiliki ilmu agama Islam yang sangat luas.

VIVA Militer mendapatkan informasi dari akun Instagram resmi Yonif 312/Kala Hitam, tentang sosok seorang Aldi. Ada tiga foto yang menunjukkan Aldi yang merupakan prajurit termuda di kesatuan, menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Ubudiyah, Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Dengan mengenakan seragam loreng khas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kopiah, Aldi menyampaikan khotbah tentang bagaimana Allah SWT mengangkat derajat manusia melebihi makluk-makhluk lainnya.

"Dengan kemuliaan itu, sudah sepantasnya manusia selalu mensyukurinya, yaitu dengan selalu menjaga derajatnya, jangan sampai jatuh menjadi makhluk yang hina dan dikembalikan ketempat yang serendah-rendahnya." ujar Aldi.

Meski mengemban tugas berat bersama rekan-rekannya untuk menjaga perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG), Aldi tetap taat menjalankan ajaran agama Islam. Sosok Aldi yang merupakan Tamtama Penembak Senapan 3 Regu 1 Pleton III Kompi Senapan C Yonif 312/Kala Hitam, juga diceritakan oleh Perwira Pembinaan Mental (Pabintal) Satgas Pamtas, Kapten Arh Dr. Priden Ginting.

Ginting membenarkan jika Aldi adalah prajurit yang memiliki wawasan yang luas tentang agama Islam. Tak hanya itu, Aldi juga diungkap Ginting sangat fasih mengaji dan menghafal ayat-ayat suci Al-Quran.

“Prada Aldi (21) termasuk prajurit yang paling muda di kesatuan kami, namun demikian prajurit ini memiliki pengetahuan yang luas tentang agama islam, mampu membaca dan hafal ayat-ayat suci Al-quran dengan fasih, serta memiliki hubungan yang baik dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama prajurit maupun masyarakat,” Kata Priden.

Baca juga: Siasat Licik Armenia Adu Domba Azerbaijan dan Iran