Prajurit Kostrad TNI Berjibaku Hadang Massa yang Ngamuk Hajar Maling

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan gagah berani menyelamatkan nyawa pria yang dituduh sebagai maling dari amukan massa di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupatan Karawang, Jawa Barat.

Berdasarkan siaran resmi Penerangan Kostrad dilansir VIVA Militer, Rabu 17 Maret 2021, prajurit TNI itu bernama Praka Suwandri dia berdinas di Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad.

Jadi ceritanya begini, ketika itu Praka Suwandri sedang dalam perjalanan dari rumahnya menuju markas Danharrahlat Kostrad untuk melaksanakan apel pagi. Namun ketika melintas di Desa Tamansari dengan sepeda motor, dia melihat warga berkerumun sembari berteriak, 'maling, maling'.

Seketika itu juga nalurinya Praka Suwandri sebagai prajurit TNI pelindung rakyat muncul, apalagi setelah melihat seorang pria sedang dikepung warga. Pria yang dituduh telah melakukan pencurian itu berada di atas perahu di sungai.

Melihat situasi yang tak kondusif karena massa telah sangat banyak di lokasi. Dan tampak sudah sangat marah kepada pelaku, Praka Suwandri langsung menerobos kerumunan massa dan menghampiri pria terduga maling sparepart mobil itu.

Walau seorang diri, tapi Praka Suwandri tak gentar, dengan tubuhnya dia hadang semua warga yang berusaha menghajar pria itu. Di saat itu pula, dia memerintah seorang warga untuk menghubungi petugas kepolisian.

Selama menanti kedatangan polisi, Praka Suwandri terus berusaha menyelamatkan nyawa pencuri itu dari amukan massa. Bahkan dia merelakan tubuhnya harus berjibaku membendung pukulan dan tendangan massa. Pelaku saat itu sudah terkapar di jalan dan nyaris tewas. Tak lama polisi tiba dan pelaku dibawa ke Polsek Pangkalan.

"Bukan saya melindungi pelaku dari tindak kejahatan, walaupun yang bersangkutan pelaku tindak kejahatan, masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, ada proses hukum yang harus ditegakkan, serahkan pada pihak yang berwenang untuk melakukan proses hukumnya," ujar Praka Suwandri .

Baca: Sangar, Kapal Selam TNI Andalan Prabowo Bisa Menghilang 50 Hari