Prajurit TNI Terkejut Dihampiri Warga Papua dan Diajak ke Ladang Ganja

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sungguh tak disangka, cara-cara pendekatan sosial yang dilancarkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI">TNI) terhadap warga di pedalaman Papua, ternyata mendatangkan hasil yang luar biasa.

Baru-baru ini, seorang warga Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, mendadak secara sukarela mengajak prajurit TNI ke ladang ganja miliknya.

Warga bernama Leonardus Maunda tersebut, mengajak prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini, Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia ke ladang ganja miliknya yang terletak di Kampung Kalilapar 2.

Pria 33 tahun itu mengajak prajurit TNI ke ladang ganjanya bukan untuk mengkonsumsi daun itu, tapi dia meminta TNI untuk mencabut semua pohon-pohon ganja untuk disita.

Menurut Komandan Satgas Yonif Raider 100/PS, Mayor Infanteri M Zia Ulhaq, dilansir VIVA Militer dalam siaran tertulisnya, Selasa 27 Oktober 2020, awal mulanya Komandan Pos Kalilapar, Letnan Dua Irwan Silalahi mendadak didatangi Leo.

Dan kepada Letda Irwan, Leo menceritakan bahwa dirinya memiliki ladang ganja. Awalnya Letda Irwan terkejut dengan pengakuan Leo itu. Akhirnya Letda Irwan melaporkan pengakuan Leo ke Komandan Kompi C Satgas, Lettu Wiridan Antariksa.

Mendapat laporan itu, Lettu Wiridan beserta 3 prajurit TNI lainnya bergerak menuju Pos Kalilapar untuk menjemput Letda Irwan, dan langsung menuju lokasi ladang ganja yang disebutkan Leo.

Ternyata pengakuan Leo itu tidak bohong, di ladang miliknya prajurit TNI menemukan sebanyak 36 pohon ganja, yang dalam kondisi sudah besar serta siap dipanen.

Akhirnya prajurit TNI dan Leo bersama-sama mencabut satu persatu pohon ganja dan membawanya ke mobil TNI. Lalu ganja itu diamankan ke Pos Kalilapar.

Lalu, apa sebenarnya alasan Leo rela menyerahkan puluhan pohon ganja yang telah ditanam dari kecil ke TNI?.

Leo mengatakan, dia tersadarkan bahwa ganja yang ditanamnya itu bisa membahayakan dirinya setelah sering ngobrol dengan prajurit TNI yang bertugas di wilayah itu, tentang dampak memiliki ganja di mata hukum.

"Saya selaku pemilik kebun tumbuhan terlarang tersebut, secara sadar tanpa ada paksaan, menyerahkan barang tersebut kepada bapak TNI di Pos Kalilapar Satgas Yonif Raider 100/PS, dan saya berterima kasih kepada Bapak TNI yang selama ini telah memberikan wawasan kepada Kami masyarakat tentang bahaya barang atau tumbuhan terlarang tersebut," kata Leo.

Sementara itu, terkait apa yang telah terjadi pada Leo, Mayor Zia sangat berterima kasih kepada masyarakat Papua, khususnya warga Kampung Kalilapar 2, atas kepercayaannya kepada prajurit TNI.

"Kami sangat berterima kasih kepada warga, dan bangga kepada Satgas Yonif raider 100/PS yang telah berhasil melakukan pembinaan teritorial berupa komsos kepada masyarakat di tempat tugas," katanya.

Baca: Rajin Senyum, Prajurit TNI Diberi Warga 2 Hektare Tanah di Papua