Praktik Bisnis Berkelanjutan dengan Mendonasikan Sampah Kemasan Makanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Praktik konsep keberlanjutan kian meluas, termasuk di sektor bisnis. Komitmen ini juga diusung perusahaan makanan kuliner multi-brand, Hangry.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, baru-baru ini, pihaknya bekerja sama dengan XSProject mewujudkan langkah mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ini dilakukan dengan mendonasikan 565 kilogram sampah kemasan makanan pada Lapak Pak Mamat, salah satu lapak di bawah naungan komunitas XSProject.

Kemasan pascakonsumsi ini akan didaur ulang dan digantikan berupa uang. Dana yang terkumpul akan jadi pemasukan tambahan bagi keluarga-keluarga pemulung dalam komunitas Lapak Pak Mamat.

Hangry menyadari permasalahan sampah jadi poin yang perlu diperhatikan. Perusahaan ini berupaya mengelola sampah lewat kerja sama dengan beragam pihak, seperti pemerintah daerah dan bisnis lokal.

Selain donasi limbah kemasan makanan, mereka juga mengelola sampah reguler dari tiap outlet seperti kardus bekas dan minyak jelantah. Ada pula pengelolaan jeriken bekas untuk dapat didaur ulang dan mencegah sampah berakhir di TPA.

"Kami terus memperhatikan praktik bisnis kami dan dampaknya kepada lingkungan," kata CEO Hangry Abraham Viktor.

Saat bisnis berkembang, ia yakin Hangry tetap dapat mendukung alam, menjaganya dengan baik dan upaya ini perlu ditingkatkan. "Bisa dibilang, don't take it for granted," tambah Abraham.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerja Sama

Hangry x XSProject saat memberi sampah kemasan makanan kepada Lapak Pak Mamat. (dok. Hangry)
Hangry x XSProject saat memberi sampah kemasan makanan kepada Lapak Pak Mamat. (dok. Hangry)

Hangry bekerja sama dengan XSProject, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan meningkatkan hidup dari pemulung dan keluarganya. Sinergi ini dilaksanakan dalam pengelolaan ratusan kilogram sampah kemasan makanan.

"Kami berterima kasih pada XSProject yang telah bersedia mendukung langkah kecil kami. Bagi Hangry, XSProject adalah mitra yang membuka mata kami karena melalui donasi ini, selain mencegah sampah langsung masuk ke TPA, Hangry juga bisa membantu komunitas pemulung yang berada di bawah naungan XSProject," ungkap Abraham.

Pimpinan Yayasan XSProject Retno Hapsari menyebut mereka sangat mengapresiasi upaya Hangry mengurangi sampah yang dibawa ke TPA, bahkan tercecer di dalam perjalanannya. Pihaknya juga senang dapat ambil bagian dalam kegiatan Hangry.

Wujudkan Perubahan

Hangry x XSProject, suasana kegiatan edukasi di Lapak Pak Mamat. (dok. Hangry)
Hangry x XSProject, suasana kegiatan edukasi di Lapak Pak Mamat. (dok. Hangry)

Abraham mengatakan, "Hal sekecil apapun yang kita lakukan, apabila dikerjakan bersama-sama, akan memberi pengaruh lebih besar."

Pihaknya berharap lewat praktik bisnis berkelanjutan ini dapat membantu pemulung melewati masa sulit selama pandemi Covid-19. Selain, berkeinginan terus menjalin kolaborasi, baik dengan XSProject maupun organisasi lain sebagai upaya praktik bisnis berkelanjutan.

Sementara, Hangry jadi rumah bagi beberapa bisnis makanan di Tanah Air. Perusahaan ini menaungi Moon Chicken by Hangry, San Gyu by Hangry, Dari Pada by Hangry, dan Ayam Koplo by Hangry.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel