Praktisi humas harus cepat antisipasi disrupsi informasi era pandemi

Nusarina Yuliastuti

Praktisi kehumasan dinilai harus lebih cepat mengantisipasi gelombang disrupsi informasi yang telah mengubah pola dan standar komunikasi di masyarakat dalam situasi pandemi COVID-19.

"Public relation” atau kehumasan sebuah perusahaan atau lembaga dinilai memiliki peran dan fungsi “ sangat penting dalam menghadapi pesatnya perkembangan informasi di masyarakat terutama di tengah mewabahnya corona virus (COVID-19) hingga setelah pandemi ini berakhir.

“Semakin banyak sentimen positif yang muncul dari sebuah pemberitaan, menunjukkan kinerja Public Relation yang baik, sehingga mampu menghasilkan output berupa citra perusahaan yang baik di masyarakat," kata Chief Executive Officer sekaligus Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Group, Mohamad Ihsan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Mensesneg minta masyarakat kritis hadapi informasi saat wabah COVID-19

Menuru Ihsan, menghadapi kondisi baru di tengah pandemi corona peran PR sebagai ujung tombak sebuah perusahaan menjadi sangat dinamis dan penuh tantangan.

Ia mencontohkan, sekitar 5-10 tahun lalu masyarakat mungkin masih asing dengan istilah buzzer dan influencer.

“Namun saat ini, peran dan dampak yang bisa ditimbulkan buzzer dan influencer dan platform media sosial sangat efektif dalam mempengaruhi informasi di masyarakat dan tidak terpisahkan dalam komunikasi di sebuah perusahaan,” ujarnya.

“Relasi di masyarakat tidak lagi sama. Tak terkecuali yang juga terjadi dalam dunia usaha. Hubungan yang harus dibangun sebuah perusahaan dengan masyarakat di sekitarnya juga sama sekali telah berubah,” ujarnya.

Interaksi secara online dan real time seketika menjadi tren yang mau tak mau harus diikuti. Demikian juga dengan interaksi fisik sebisa mungkin tak digunakan lagi.

Tingginya tanggung jawab seorang PR bagi perusahaan ini, mendorong Warta Ekonomi memberikan penghargaan kepada kehumasan yaitu Indonesia Public Relation Award (IPRA) 2020.

“Apresiasi ini diberikan terhadap peran dan fungsi Public Relation dalam menopang sebuah perusahaan untuk mewujudkan kinerja yang maksimal,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina EP raih enam penghargaan kehumasan PRIA 2020

Penghargaan ini didasarkan pada proses riset dan media monitoring dengan memantau pemberitaan secara online dalam enam bulan terakhir terkait perusahaan-perusahaan dari berbagai industri, di antaranya agribisnis, asuransi jiwa, asuransi umum, consumer goods, ritel, energi, farmasi, property & konstruksi, minyak dan gas, pembiayaan, perbankan, pertambangan, telekomunikasi, agritech dan information technology.

Bersamaan dengan penganugerahan penghargaan kepada para pemenang, Warta Ekonomi Group juga mengundang dua tokoh besar di bidang komunikasi, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dan Ketua Persatuan Humas (Perhumas), Agung Laksamana.

“Penghargaan IPRA 2020 ini diharapkan dapat memberi semangat kepada dunia usaha untuk senantiasa menjaga kualitas peran kehumasannya, dan bahkan semakin meningkatkannya di masa-masa mendatang," ujar Ihsan.