Praktisi: Orang tua wajib beri informasi tentang Omicron kepada anak

·Bacaan 1 menit

Praktisi kesehatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, dr Indri Setiani mengatakan orang tua wajib memberikan informasi tentang COVID-19 varian Omicron kepada anaknya meskipun dilakukan secara bertahap.

"Anak-anak harus tahu tentang pengetahuan varian Omicron. Hanya saja caranya disesuaikan agar bahasa yang disampaikan dapat dimengerti oleh anak anak," katanya di Banjarnegara, Jumat.

Menurut dia, orang tua dapat mengajak anak-anaknya untuk berdiskusi tentang Omicron agar mereka bisa melakukan pencegahan terhadap paparan varian baru COVID-19 itu.

Ia mengakui saat sekarang vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilaksanakan di berbagai daerah.

"Namun anak-anak berusia di bawah 6 tahun belum diberikan vaksin, sehingga penting sekali edukasi bagi mereka, termasuk untuk menangkal hoaks tentang varian Omicron," katanya.

Selain memberikan edukasi dan informasi tentang Omicron, kata dia, orang tua juga wajib mengingatkan anak-anaknya untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

Indri mengatakan saat sekarang penggunaan masker saat ke luar rumah adalah wajib hukumnya, baik untuk orang tua maupun anak-anak.

"Ventilasi di rumah juga harus baik agar sirkulasi udara berjalan dengan baik," katanya.

Ia mengatakan menjaga emosional anak juga tidak kalah penting, sehingga ketika orang tua panik jangan menunjukkan kepanikannya di hadapan anak-anak agar emosionalnya tidak terpengaruh.

Menurut dia, orang tua harus selalu menjaga kondisi mental anak agar tetap prima karena jika sampai drop akan berdampak pada melemahnya imunitas.

"Imunitas pada anak sangat penting. Apalagi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyarankan agar anak-anak kita terjaga dan tidak sampai terpapar varian Omicron," demikian Indri Setiani.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel