Praktisi sebut pembangunan literasi harus holistik

Praktisi pendidikan dari Indonesian International Education Foundation (IIEF) Diana Kartika Jahja mengatakan pembangunan literasi hendaknya dilakukan secara holistik.

"Pembangunan literasi hendaknya dilakukan secara holistik, sejak anak pada usia dini dan juga melibatkan banyak pihak. Tidak hanya sekolah, tetapi juga masyarakat, " ujar Diana di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan pembangunan literasi harus dimulai sejak dini, dengan cara yang juga berbeda untuk tiap tahapan.

Menurut dia, penting untuk mengajarkan literasi berdasarkan konteks yang tepat. Dengan informasi yang tepat maka bisa mendapatkan keputusan yang tepat.

"Pembangunan literasi ini harus disesuaikan dengan umur serta pemahaman anak terkait literasi, " kata Diana yang juga Direktur IIEF itu.

Literasi yang baik pula, lanjut dia, membuat anak kaya akan perspektif yang membuatnya tumbuh menjadi insan yang saling menghargai sesama.

Baca juga: Pejabat Perpusnas: Indeks pembangunan literasi terus meningkat

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof E Aminudin Aziz mengatakan pihaknya fokus pada pembangunan literasi jenjang PAUD dan SD.

“Fokus pada jenjang PAUD dan SD, karena memang fondasi dari literasi tersebut dari kecil. Anak terekspos buku bacaan, punya ketertarikan, punya kebiasaan yang dipertahankan sampai tua, dan menjadi kebiasaan sampai tua,” ujar Aminudin.

Kemudian pada jenjang PAUD dan SD, perlu dibangun literasi yang benar. Mulai dari minat, pelaksanaannya hingga pemanfaatannya. Juga ada dialog dengan orang dewasa yang membacakan buku.***3***

Baca juga: Kemendikbudristek: Gerakan literasi dilakukan secara gotong royong