Praktisi ungkap pentingnya "brand guardian" di tengah potensi resesi

Para praktisi mengungkapkan pentingnya brand guardian atau wali merek di sebuah perusahaan di tengah potensi resesi global yang akan berimbas pada bisnis di Indonesia.

"Saat ini, kita menghadapi tantangan yang luar biasa besar. Setelah 2,5 tahun menghadapi pandemi, di era post-pandemi kita menghadapi tantangan yang sebetulnya tidak kalah beratnya. Ada konflik Rusia-Ukraina yang mengakibatkan krisis harga komoditi dan lonjakan serta inflasi. Di luar negeri sudah terasa betul dampaknya dan di Indonesia mulai menghinggapi kita," kata Grup Chief Editor SWA Media Kemal Effendi Gani di Jakarta, Kamis.

Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi tantangan baru bagi para wali merek untuk mempertahankan kekuatan merek perusahaannya agar konsumen tidak hanya tetap loyal, tapi juga meningkatkan transaksi di tengah inflasi dan penurunan daya beli.

Hal itu dikemukakan Kemal saat membuka diskusi panel secara hibrid yang bertajuk "Brand Guardianship to Save the Brand Value" sekaligus penganugerahan "Indonesia Brand Communication & Guarding Champion 2022" dari MIX MarComm.

Pada diskusi panel tersebut VP Marketing Management PT Telkom Indonesia Tbk Edie Kurniawan yang menjadi wali merek IndiHome berbagi pengalaman mengawal Indihome dari persepsi yang sempat negatif menjadi positif, bahkan kini menjadi merek yang dicari untuk kategori seperti internet handal.

"Brand sentiment-nya naik dari 40-an persen pada 2019 menjadi 88 persen pada 2022," katanya. Hal itu, lanjutnya, dilakukan secara sistematik dan kolaboratif dengan banyak pihak, termasuk melibatkan guardian muda untuk mengawal merek di medsos maupun media massa.

Lebih jauh Strategic Planning Director Dentsu Creative Kristy Iskandar menambahkan fungsi para wali merek harus ditingkatkan, tidak hanya menjadi penjaga merek seperti "polisi yang galak", tapi menjadi brand fostering atau pembina merek.

"Menjadi brand fostering, idealnya bijak seperti semar dan menjadi seperti petani, yang bisa menumbuhkan brandnya," kata Kristy.

Sementara Marcomm & Community Manager Harian Kompas & Kompas.id Tarrence K Palar mengungkapkan bagaimana pihaknya menjadi jembatan antara kepentingan editorial dan bisnis dalam menjaga merek Kompas sebagai media yang sudah berusia 57 tahun itu.

Lebih jauh Pemimpin Redaksi Majalah MIX MarComm, Lis Hendriani, memaparkan Program "Indonesia Brand Communication & Guarding Champion 2022" merupakan penghargaan kepada karya komunikasi merek dan pengelola merek atas upaya mereka mengawal eksistensi brand.

"Harapannya, selain menambah kepercayaan investor, penghargaan ini dapat menjadi brand credential yang dapat menarik konsumen. Bagi agensi branding-nya, rekognisi ini diharapkan dapat menunjukkan level of service mereka dalam mengawal brand kliennya," kata Lis.

Ia menyebut ada 110 pemimpin merek lokal yang dinilai creative advertising, digital campaign, serta digital channel performance-nya. Para pemenang diantaranya untuk komunikasi merek antara lain Sasa, BonCabe, Aqua, Hydro Coco, Indomilk, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BJB, Nutrisari, Kimia Farma, Halodoc, Krim 88, Bank BCA, Racik Indofood, BSI, Mayora Indah,SiCepat Ekspres, Sharp Electronics Indonesia, dan Telkom Indonesia.

Kemudian untuk pemimpin wali merek, pemenangnya antara lain VP Marketing Management PT Telkom Indonesia Tbk (IndiHome) Edie Kurniawan, dan Chief Marketing & Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres Wiwin Dewi Herawati, Sedangkan untuk tim wali merek, pemenangnya antara lain Telkom Indonesia (IndiHome), Astra Otoparts (Shop & Drive), BSI, dan Mayora.

Baca juga: SWA rilis perusahaan publik pencetak cuan tertinggi bagi investor
Baca juga: Sejumlah merek perawatan kesehatan bawa pulang Indonesia Healthcare Awards 2022
Baca juga: Pakar: Strategi SDM perlu dirumuskan lagi, percepat pertumbuhan bisnis