Pramugari Cantik Diperkosa Lalu Dibunuh 11 Pria di Hotel

Siti Ruqoyah, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang pramugari Philippine Airlines meninggal dunia, setelah diperkosa saat pesta malam tahun baru. Korban diduga diperkosa dan dibunuh oleh 11 orang pria, di malam pergantian tahun 2021.

Korban berinisial Christine Angelica Dacera ditemukan tak sadarkan diri di bak mandi kosong, di salah satu kamar hotel City Garden Grand Hotel di Makati City, pada 1 Januari 2021. Teman dan staf hotel kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun dia dinyatakan meninggal dunia.

Awalnya korban diduga meninggal dunia karena aneurisma. Namun, polisi menemukan laserasi dan sperma di alat kelamin korban, serta luka goresan di lengan serta kakinya.

"Berdasarkan penyelidikan awal, terjadi pelecehan seksual," kata juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Ilderbrandi Usana, dikutip Inquirer, Rabu 6 Januari 2021.

Polisi Makati City kemudian mengajukan tuntutan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap 11 orang pria yang diketahui bersama korban di malam saat insiden terjadi. Tuduhan ini bersifat sementara, karena petugas masih menunggu hasil autopsi akhir dan toksikologi.

Kepala Polisi Makati City, Harold Deposita, mengatakan, sejauh ini tiga tersangka telah diamankan, sedangkan yang lainnya masih diburu.

"Hanya tiga dari mereka yang merupakan teman dari Dacera. Yang lainnya adalah orang asing, yang dibawa oleh tiga pelaku tersebut," ujar Deposita. Polisi menyebut para tersangka memiliki pengakuan yang saling bertentangan, bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka gay.

Namun, polisi bersikeras bahwa semua orang di ruangan itu sama-sama bertanggung jawab untuk mencegah pemerkosaan fatal terhadap korban. "Mereka membiarkannya terjadi begitu saja, padahal mereka bisa menghentikannya," kata polisi.

Polisi kini juga tengah menyelidiki City Garden Grand Hotel, yang kini sedang ditetapkan sebagai hotel karantina COVID-19. Sehingga hotel itu seharusnya dilarang bagi tamu yang akan mengadakan pesta tahun baru.

Dacera merupakan wanita berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai pramugari di Philippine Airlines (PAL) Express. Ibu korban, Sharon Dacera, telah mengajukan banding kepada Presiden Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa putrinya telah dibunuh dalam kejahatan yang sangat biadab.