Pramugari Singapore Airlines Terdeteksi Positif Covid-19 Usai Sempat Lolos Tes PCR Pertama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pramugari Singapore Airlines dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan pengumuman yang disampaikan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Minggu, 24 Desember 2021. Ia sebelumnya sempat meminta bantuan medis karena mengalami demam beberapa hari sebelum dites ulang.

Perempuan berusia 21 tahun itu dikenal sebagai kasus 59529. Kementerian Kesehatan menyebutkan awak kabin itu diketahui sempat terbang ke Inggris untuk pekerjaannya pada 12--13 Januari 2021.

CAAS mengatakan pramugari tersebut mendarat di Singapura dari London pada 14 Januari dan langsung dites PCR sesaat tiba di bandara. Hasilnya, ia negatif Covid-19.

Tapi, pada 17 Januari 2021, ia mengalami demam dan pergi ke dokter umum yang memberikan izin sakit selama lima hari. Ia pun tak bisa keluar rumah selama cuti sakit.

"Saat itu, ia tidak bisa pergi ke pusat tes swab untuk dites PCR Covid-19. Ketika tinggal di rumah, ia hanya tinggal di kamarnya," sambung CAAS.

"Ketika kami menemukan bahwa ia tak menghadiri tesnya di hari ketiga, dan kondisinya, kami informasikan pada Kementerian Kesehatan dan ia kemudian dipindahkan ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular," imbuh CAAS, dikutip dari Chanel News Asia, Senin (25/1/2021).

Kementerian Kesehatan Singapura sebelumnya menyampaikan bahwa seorang perempuan, warga negara India pemegang izin kerja, kehilangan kemampuan penciumannya pada 20 Januari 2021. Ia kemudian dites Covid-19 keesokan harinya dan dinyatakan positif terinfeksi pada 22 Januari 2021.

"Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dari 14 Januari hingga dikirim ke rumah sakit pada 22 Januari," terang pejabat Kementerian kesehatan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Wajib Isolasi Mandiri

Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Mulai 30 Desember 2020, awak kabin yang baru kembali dari negara-negara berisiko tinggi diwajibkan menjalani isolasi mandiri hingga dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan serangkaian tes PCR. Mereka diminta menjalani tes PCR tiga kali, yakni saat tiba di Singapura, di hari ketiga, dan hari ketujuh setelah kembali.

Juru bicara SIA pada pekan lalu menyampaikan bahwa pramugarinya tak bisa menjalani tes swab pada hari ketiga dan ketujuh karena sedang menjalani cuti sakit. Ia juga mulai mengidap gejala pada 21 Januari dan segera menjalani tes swab.

"Sesuai panduan isolasi mandiri, awak kabin meminimalkan kontak dengan tinggal di rumah dan hanya meninggalkan rumah untuk kebutuhan esensial atau membutuhkan pertolongan medis," kata juru bicara itu.

CAAS mengatakan, saat isolasi mandiri, awak kabin diperbolehkan meninggalkan rumah untuk waktu singkat demi kebutuhan esensial sambil meminimalkan waktu berada di tempat publik.

"Kita harus tekankan bahwa awak kabin yang terbang ke wilayah berisiko tinggi, seperti Inggris Raya, melakukannya sebagai pelayanan untuk Singapura. Ini karena masih ada warga Singapura yang ingin kembali ke rumah, dan kru kami memastikan perjalanan esensial antara Singapura dan beberapa kota penting di dunia tetap berlanjut," kata CAAS.

Risiko Terinfeksi Covid-19

Infografis Orang Tak Divaksin 3 Kali Lebih Berisiko Terpapar Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Orang Tak Divaksin 3 Kali Lebih Berisiko Terpapar Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: