Prancis abaikan Google, Apple untuk aplikasi pelacakan virus

Paris (AFP) - Prancis, yang telah lama skeptis dengan berkembangnya kekuatan raksasa teknologi AS, berupaya untuk mengabaikan Apple dan Google untuk aplikasi ponsel pintar guna membantu melacak orang yang terinfeksi corona baru.

Langkah itu, yang membuat Prancis relatif terisolasi di Eropa bersama Inggris dan Norwegia, mencerminkan perbedaan tentang bagaimana aplikasi tersebut harus disusun, yang memiliki akses ke data sensitif dan keefektifannya.

Sejumlah negara telah menyebarkan aplikasi "pelacakan kontak" pada telepon pintar yang melacak kontak seseorang dan mengingatkan mereka jika perlu, yang menghasilkan informasi penting untuk membantu mengatasi wabah dan memperlambat penyebaran virus ketika negara-negara melonggarkan pembatasan dan orang kembali bekerja.

Aplikasi ini dapat didasarkan pada arsitektur yang terdesentralisasi atau terpusat.

Arsitektur yang terdesentralisasi menyimpan informasi tentang siapa yang pernah dihubungi seseorang melalui telepon pintar itu.

Jika orang tersebut menyatakan dirinya telah terinfeksi oleh corona, maka orang-orang yang dianggap telah melakukan kontak dekat untuk waktu yang lama akan menerima pemberitahuan untuk mengisolasi diri mereka dan diuji.

Dalam sistem terpusat data dikelola oleh otoritas, katakanlah layanan kesehatan nasional, yang akan memiliki akses ke data untuk memastikan mereka yang terpapar memang mengikuti rekomendasi kesehatan dan isolasi yang tepat.

Apple dan Google bersatu bulan lalu untuk mengembangkan teknologi pelacakan kontak corona yang akan bekerja di seluruh sistem operasi mereka.

Teknologi tersebut, yang akan dirilis akhir bulan ini, mencakup arsitektur terdesentralisasi yang akan memungkinkan pengguna ponsel pintar untuk mengontrol data mereka sendiri, dan memilih apakah akan memberi tahu pihak berwenang jika mereka telah terpapar.

Banyak pakar teknologi dan pendukung privasi lebih menyukai opsi desentralisasi karena masalah privasi data, khawatir pemerintah akan membuat basis data yang dapat digunakan untuk pengawasan, bahkan setelah pandemi.

Tetapi Prancis, bersama dengan London, menentang argumen itu dan lebih memilih arsitektur terpusat yang akan memberi mereka informasi yang diperlukan untuk memastikan penyebaran penyakit ini secara efektif.

Norwegia juga memilih sistem terpusat untuk aplikasi "Smittestop" atau "menghentikan infeksi" yang diluncurkan bulan lalu.

Menjadi tergantung pada Apple dan Google berarti "tetap dalam kerangka kerja yang sangat ketat untuk penggunaan" data, kata sumber yang dekat dengan upaya penelusuran kontrak Prancis.

"Adalah Google dan Apple yang menentukan debat" dalam apa yang pada dasarnya merupakan masalah kesehatan masyarakat, sumber tersebut menambahkan.

Untuk menjadi alat yang efektif bagi otoritas kesehatan masyarakat, aplikasi pelacakan kontak harus digunakan secara luas - para ahli mengatakan setidaknya 60 persen dari populasi - tetapi juga memberi mereka informasi yang diperlukan tentang siapa yang sakit serta di mana, yang bisa penting untuk mengambil tindakan cepat untuk menutup zona merah.

Aplikasi terdesentralisasi yang memanfaatkan radio Bluetooth pada telepon pintar dapat diatur sehingga mereka bahkan tidak merekam lokasi di mana orang-orang berhubungan.

Bangsa-bangsa tidak dapat dengan mudah tergantung pada Apple dan Google dan memilih mengembangkan aplikasi mereka sendiri karena Apple secara khusus membuat Bluetooth sulit diaktifkan di sistem operasinya.

Orang-orang harus menjaga aplikasi tetap terbuka setiap saat, suatu ketidaknyamanan yang kemungkinan akan menyebabkan banyak orang tidak mengoperasikannya di ponsel mereka.

Sejauh ini Apple telah menolak permintaan dari Prancis dan negara-negara lain untuk bantuan untuk mengatasi masalah teknis itu.

Sementara Komisi Eropa belum mengambil posisi formal mengenai opsi-opsi tersebut, Komisi Eropa mengakui sistem desentralisasi lebih baik berdasarkan alasan privasi data.

"Jika kedua pendekatan dapat sesuai dengan undang-undang perlindungan data, dari sudut pandang meminimalkan pengumpulan data, pendekatan desentralisasi lebih disukai karena lebih sedikit data yang akan disimpan" pada server terpusat, kata juru bicara Komisi kepada AFP.

Beberapa negara Eropa diperkirakan akan meluncurkan aplikasi pelacakan kontak pada bulan Juni, yang seharusnya memberikan beberapa indikasi mengenai strategi terbaik.

Prancis berharap untuk menjalankan aplikasinya pada 2 Juni, dan pejabat yang memimpin pengembangannya mengatakan aplikasi itu akan bekerja dengan sangat baik pada iPhone meskipun Apple tidak memiliki kerja sama.

Unit teknologi Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris telah menguji sistem terpusatnya di Isle of Wight sejak 5 Mei dan berencana untuk menerapkannya secara nasional dalam beberapa minggu mendatang.

Jerman telah memilih sistem desentralisasi yang kompatibel dengan inisiatif Apple / Google yang diharapkan akan siap dalam beberapa minggu.

Italia, yang juga menggunakan sistem desentralisasi, seharusnya sudah menyiapkan aplikasinya pada akhir Mei, kata Menteri Inovasi Paola Pisano kepada harian Corriere della Sera, Senin.

Di Austria, Palang Merah telah meluncurkan aplikasi berdasarkan model terpusat yang memiliki 600.000 pengguna, tetapi diperkirakan akan berkembang menjadi aplikasi yang terdesentralisasi.

Swiss saat ini sedang menguji aplikasi desentralisasi.