Prancis kenang pahlawan PD II berusia enam tahun

·Bacaan 1 menit

Aixe-sur-Vienne (AFP) - Prancis pada Rabu memberi penghormatan kepada seorang bocah lelaki yang dianggap sebagai pahlawan perlawanan paling muda sebagai bagian dari upacara Hari Gencatan Senjata nasional demi mengenang mereka yang tewas dalam Perang Dunia I dan II.

Dalam sebuah upacara khusus, nama Marcel Pinte, yang baru berusia enam tahun ketika tak sengaja ditembak oleh pasukan sendiri, terukir di tugu peringatan perang Aixe-sur-Vienne, tepat di sebelah barat pusat kota Limoges.

Marcel, yang dikenal sebagai Quinquin, dianggap sebagai pahlawan karena membawa pesan di balik kemejanya kepada para pemimpin perlawanan pendudukan Nazi selama Perang Dunia II.

Dia meninggal dunia dalam usia enam tahun pada 19 Agustus 1944 ketika pengerahan besar-besaran pejuang perlawanan yang tiba menggunakan parasut menjelang pertempuran yang diperkirakan terjadi di sekitar Aixe ketika pasukan Sekutu membebaskan Prancis.

Mereka bersenjata lengkap dan Marcel terkena beberapa peluru ketika karaben otomatis meletus tidak sengaja.

"Orang yang melewati monumen pahlawan akan melihat namanya dan terutama usianya," kata seorang anggota keluarga, Marc Pinte.

"Ini sebuah kehormatan. Ini menyoroti mereka yang tetap berada dalam bayang-bayang tetapi yang berjuang demi kebebasan."

Pada 1950, Marcel dianugerahi pangkat sersan perlawanan anumerta.

Dan pada 2013, dia secara anumerta menerima kartu resmi "sukarelawan pejuang Perlawanan" dari Kantor Nasional Mantan Kombatan dan Korban Perang.