Prancis Kirim Patung Liberty Kedua ke Amerika Serikat, Apa yang Berbeda?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Prancis mengirim patung liberty kedua kalinya sebagai hadiah untuk hari kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2021. Hadiah tersebut telah diangkat dan dimasukkan ke dalam kontainer khusus.

Dilansir dari laman CNN, Kamis (10/06/2021), patung perunggu baru ini dijuluki sebagai “Adik Perempuan". Patung liberty kedua ini berukuran seperenam belas dari patung sebelumnya, yang berada di Pulau Liberty. Rencananya, patung akan didirikan di Pulau Ellis dari 1 Juli hingga 5 Juli 2021.

Bobot patung liberty yang kedua 450 kilogram dan hanya setinggi 10 kaki. Patung itu pertama kali dibuat pada 2009 yang mempunyai pesan untuk memperkuat persahabatan antara negara Prancis dan Amerika Serikat.

"Patung ini melambangkan kebebasan dan cahaya di seluruh dunia. Kami ingin mengirim pesan yang sangat sederhana tentang persahabatan. Kami dengan Amerika Serikat sangat penting, terutama pada saat ini, kami harus melestarikan dan mempertahankan persahabatan kami," kata Olivier Faron, Administrator Umum CNAM.

Patung itu merupakan replika persis dari model plester asli 1878 yang diawetkan oleh CNAM. Hasil replika tersebut didesain bertema neoklasik yang sama dengan "Kakak Perempuannya" di New York. Dalam maknanya, patung tersebut sebagai simbolisme sebuah mahkota dengan tujuh paku, mewakili sinar matahari yang meluas ke dunia.

Pada masa lampau, upacara simbolisme diadakan tepat setelah peringatan 77 tahun D-Day selama Perang Dunia II. Saat itu, tentara Amerika dan negara Sekutu lainnya mendarat di tanah Prancis pada 1944, menandai awal dari pembebasan Eropa Barat dari pendudukan Nazi.

Mempunyai Sejarah

Ilustrasi patung Liberty (dok.unsplash)
Ilustrasi patung Liberty (dok.unsplash)

Patung Liberty pertama kali diusulkan pada 1865 oleh sejarawan Prancis Douard de Laboulaye. Ia ingin menghubungkan emansipasi budak dengan nilai-nilai Pencerahan Prancis. Pada masa itu, Prancis sedang mengalami pergeseran ketika Napoleon III yang represif memerintah hingga 1870.

Pada 1871, di bawah kepemimpinan Republika ketiga yang baru, yakni Frédéric-Auguste Bartholdi, dan pematung terpilih, mereka berjalan melintasi Atlantik untuk menjual proyek tersebut kepada pemerintah Amerika Serikat dan untuk mencari lokasi potensial.

Menurut Kaspi, Presiden AS dan mantan Jenderal Persatuan Ulysses S. Grant awalnya memenuhi proposalnya dengan acuh tak acuh. Meski demikian, Bartholdi memandang Pulau Bedloe yang berada di Pelabuhan New York sebagai lokasi ideal untuk patung liberty di masa depan.

Baru pada 1875, Bartholdi mengajukan permintaan resmi untuk memasang patung tersebut sebagai situs resmi. Kedua negara mencapai kesepakatan Prancis mendanai patung itu, sementara Amerika mendanai alasnya.

Diselesaikan dalam Satu Dekade

Ilustrasi patung Liberty (dok.unsplash)
Ilustrasi patung Liberty (dok.unsplash)

Patung berpelat tembaga tersebut terbuat dari kerangka besi yang membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk diselesaikan. Struktur bangunan itu dikonseptualisasikan oleh insinyur Eugène-Emmanuel Viollet-le-Duc.

Namun, dia meninggal pada 1879, hanya empat tahun setelah penciptaannya. Karena belum selesai, patung liberty pertama dilanjutkan oleh Alexandre-Gustave Eiffel, insinyur Prancis yang terkenal karena membangun Menara Eiffel. Patung ikonis itu berangkat dalam bentuk bagian-bagian terpisah ke New York pada 1885, di atas kapal uap.

Patung tersebut akhirnya diresmikan di New York pada tahun berikutnya oleh Presiden AS baru, Grover Cleveland. Ia memuji Bartholdi sebagai "orang terhebat di Amerika saat ini”. Lebih dari satu abad kemudian, Faron dan CNAM mengedepankan keahlian Prancis terbaik untuk memastikan replika modern yang menyimpan warisan besar ini.

Sebuah tim yang terdiri dari lima orang di pengecoran seni Susse Fondeur di Malakoff menghabiskan empat bulan untuk menyelesaikan patung itu. "Ini dibuat dengan segala kondisi untuk menghormati model asli Bartholdi," kata Faron.

Perjalanan patung liberty yang kedua baru saja dimulai mengikuti jejak patung aslinya. Mereka akan naik kapal di kota pelabuhan Le Havre pada 19 Juni 2021 dan mencapai kota New York pada 1 Juli 2021. (Muhammad Thoifur)

Infografis Pelantikan Presiden AS Joe Biden & Wapres Kamala Harris

Infografis Pelantikan Presiden AS Joe Biden & Wapres Kamala Harris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pelantikan Presiden AS Joe Biden & Wapres Kamala Harris. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel