Prancis Menuju Jurang Kebangkrutan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Michel Sapin, seorang menteri di jajaran kabinter Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, saat ini negaranya terancam mengalami kebangkrutan.

Michel Sapin, yang menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja menegaskan bahwa kebijakan pajak dan pengeluaran pemerintahnya tidak bekerja dengan baik.

"Ada negara, namun negara yang benar-benar bangkrut," ujar Michael seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (29/1/2013).

"Itulah sebabnya kami harus melakukan rencana pengurangan defisit di tempatnya, dan tidak ada satu halpun yang dapat memalingkan kita dari itu," lanjutnya.

Sejak terpilih menjadi Presiden Prancis pada tahun lalu, banyak pihak yang meragukan Francois untuk memulihkan perekonomian Prancis pascakrisis ekonomi yang melanda Eropa.

Sejak ia berkuasa, angka pengangguran dan biaya hidup terus merangkak naik, sementara kebijakan anti liberal yang didengungkannya telah memprovokasi para investor angkat kaki dari Prancis.

Francois telah berupaya menghidupkan kembali ekonomi Prancis, dengan memangkas pengeluaran setara lebih dari 51 miliar Poundsterling.

Ia juga berencana meningkatkan pendapatan negara dari pajak sebesar 20 miliar Poundsterling selama lima tahun ke depan.

Namun berdasarkan data yang dimiliki oleh Bank Perancis, para investor, terus menerus meninggalkan Prancis, hari lepas hari, bersama dengan para pebisnis yang membantu untuk membangunnya.

Di antara mereka yang telah memindahkan kekayaanya dari Prancis adalah, Bernard Arnault, yang terkenal sebagai pria terkaya di Prancis.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.