Prancis Rundingkan Dimasukkannya Al-Nusra ke Daftar Teroris

Paris (AFP/ANTARA) - Prancis ingin mengadakan pembicaraan dengan mitra Eropanya dan di Dewan Keamanan PBB mengenai agenda memasukkan kelompok pemberontak Front Al-Nusra Suriah sebagai organisasi teroris.


Langkah tersebut diambil setelah Al-Qaeda di negara tetangga Irak membenarkan bahwa pihaknya membentuk dan mengawasi Front Al-Nusra, salah satu ujung tombak penting kelompok pemberontak dalam perlawanan bersenjata menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.


“Kami perlu mengadakan diskusi dengan mitra Eropa dan di Dewan Keamanan PBB mengenai kemungkinan memasukkan kelompok ekstremis tersebut ke dalam daftar teroris,” tutur juru bicara pihak kementerian luar negeri Prancis Philippe Lalliot dalam sebuah konferensi pers.


“Kami harus berhati-hati ketika mengambil keputusan, terkait konsekuensi yang bisa timbul di lapangan. Kami akan mempertimbangkan dalam beberapa hari dan pekan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.


Prancis dan Inggris mendorong pencabutan embargo pengiriman senjata ke Suriah sehingga senjata bisa disuplai kepada pemberontak, namun Lalliot mengungkapkan kekhawatiran senjata-senjata tersebut akan jatuh ke tangan para ekstremis.


“Jika kami melakukan pengiriman senjata, harus dikirim dengan jaminan bahwa senjata-senjata tersebut akan berakhir di tangan pasukan oposisi Suriah yang dianggap menghormati nilai-nilai “negara-negara Barat, kata Lalliot.(ac/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.