Praperadilan Tersangka Wanartha Ditolak, Polri Segera Lakukan Pemberkasan

Merdeka.com - Merdeka.com - Hakim sidang telah memutus untuk menolak gugatan pra-peradilan terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan dari kasus PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha. Adapun gugatan itu diajukan oleh 3 tersangka, yaitu MA, EL, dan RF.

Juru Bicara Humas Mabes Polri Kombes Ade Yaya Suryana menyebut, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri akan melakukan investigasi berupa pemeriksaan saksi dan ahli, serta melakukan audit keuangan dalam penyitaan aset-aset. Tak hanya itu, tim penyidik juga melakukan upaya penggeledahan dalam mencari dokumen dan alat bukti lainnya.

"Selanjutnya, penyidik akan segera melakukan langkah-langkah penyidikan berupa pemeriksaan saksi dan ahli melakukan audit keuangan, melakukan penyitaan aset-aset, melakukan upaya penggeledahan untuk mencari dokumen dan alat bukti lainnya," katanya, Kamis (15/9).

Ade memastikan, penyidik sesegera mungkin akan melakukan pemberkasan untuk mengirim Tahap I dari masing-masing tersangka.

"Segera melakukan pemberkasan untuk pengiriman tahap 1 dari masing-masing tersangka," ucap Ade.

Sekedar informasi, Polri menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis asuransi WanaArtha Life. Para tersangka memiliki peran masing-masing.

Tersangka YY selaku mantan Direktur Utama PT WanaArtha Life berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana. Kemudian tersangka DH selaku mantan Direktur Keuangan berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana.

Sementara tersangka YM selaku Manager Produk Wal Invest, terlibat melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. Sedangkan tersangka TK selaku Head Accounting, terlibat meneruskan perintah dari MA untuk melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan kepada YM dan menyediakan data palsu kepada KAP.

Selanjutnya tersangka MA selaku pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated companies dan PKWT ahli investasi, terlibat menyuruh melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. MA juga berperan melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Lalu tersangka EL selaku Komisaris Utama dan pemegang saham mewakili PT Facend Consolidated Companies, juga terlibat melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Terakhir tersangka RF selaku Head Divisi Marketing dan mantan Wadir Investasi, ikut terlibat menikmati penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan perusahaan dan atau premi nasabah.

Dalam kasus ini, Pasal yang dipersangkakan berkaitan dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2014 terkait penyampaian informasi tidak benar kepada pemegang polis, dan pasal 76 terkait dengan penggelapan premi asuransi dan Pasal 81 juncto 82 terkait korporasi asuransi.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [eko]