Predator Seks Berkeliaran, Bermutasi dan Berada di Sekitar Kita

Dian Lestari Ningsih, voxpopid
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dalam kasus kekerasan seksual, semua bisa menjadi korban. Tak peduli kamu perempuan atau laki-laki. Agamamu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, atau Buddha. Kaya atau miskin sekalipun. Semakin hari, kasusnya pun semakin bertambah, alih-alih berkurang atau bahkan berhenti.

Rata-rata yang menjadi korban adalah perempuan. Para korban juga memiliki latar usia, agama, pendidikan, dan status sosial yang bervariasi. Survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) yang melibatkan 62.224 responden menemukan, bahwa 3 dari 5 perempuan (64%) dan 1 dari 10 laki-laki (11%) pernah mengalami pelecehan seksual.

Perempuan memang terlihat 13 kali lebih berisiko. Sementara itu, pada 2018, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pernah mengumumkan bahwa banyak anak laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual. KPAI mencatat, terdapat 122 anak laki-laki dan 32 anak perempuan menjadi korban.