Prediksi Sri Mulyani soal Ekonomi Semester I Masih Bisa Positif

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di Semester I . Menurut Bendahara Negara, pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,1-3,3 persen hingga akhir tengah tahun nanti.

Prediksi itu setidaknya memberi gambaran positif jika dibandingkan tahun lalu yang minus 1,26 persen.

"Keseluruhan semester I pertumbuhannya adalah di 3,1 hingga 3,3 persen, yaitu kuartal I minus 0,7 persen, kuartal II kita masih memperkirakan atau memproyeksikan pertumbuhan ekonomi ada di sekitar tujuh persen," kata Sri dalam keterangan persnya secara virtual, Senin 5 Juli 2021.

Baca juga: Mendag: Impor Tabung Oksigen dari Negara Manapun Tak Ada Hambatan

Kata Sri, untuk di kuartal II, pertumbuhan ekonomi masih dinamis mengingat masa PPKM Darurat yang baru diberlakukan. Jika pengetatan ini tidak berlangsung lama, maka bisa diperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal selanjutnya mencapai 4-5 persen.

"Dengan kebijakan pengetatan ini tentu nanti akan memberikan dampak kepada outlook perekonomian kita. Utamanya di kuartal ketiga dan kuartal keempat tahun ini. Yakni semester kedua 2021," kata perempuan asal Semarang ini.

Sri Mulyani menegaskan, program vaksinasi COVID-19 sangatlah penting untuk membentuk kekebalan kelompok di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya semata-mata menjaga ketahanan tubuh dan supaya momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.

"Imunitas yang bisa dimunculkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat yang penting, dan juga pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari COVID-19 tetap bisa dikendalikan namun pemulihan ekonomi juga tetap bisa dipertahankan," tutur Sri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel