Preman bentrok sama polisi di kantor Hatta Rajasa

MERDEKA.COM, Bentrokan terjadi antara sekitar 10 orang preman yang diduga suruhan staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dengan petugas kepolisian. Saat itu, polisi tengah mengamankan demo menuntut proses hukum terhadap anak Hatta Rajasa.

Kapolsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kompol JR Sitinjak mengatakan demo yang dilakukan mahasiswa yang menuntut penegakan keadilan berlangsung damai. Namun tidak antara preman dan polisi.

Preman tersebut, diduga suruhan Staf Khusus Menko Abdullah Rasyid, yang mengeluarkan tantangan dan kalimat umpatan pada polisi. Puluhan preman menyuruh pendemo untuk membubarkan diri dengan kata-kata kasar. Saat demo selesai, polisi segera bergerak menciduk empat kawanan preman tersebut yang disinyalir sebagai provokator.

"Mereka melawan petugas, menantang sambil buka baju," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Jakarta, Kamis (3/1).

Sekelompok orang yang diduga preman tersebut menantang dan mendorong-dorong para polisi. Baku hantam sempat terjadi saat polisi berusaha menangkap mereka.

"Pendemonya damai mereka kooperatif sekali mereka minta begini mereka nurutlah. Mereka juga dah izin ke Polda," ungkapnya.

Dari kejadian ini empat orang diamankan dan dibawa untuk dimintai keterangan dan menjalani proses penyidikan di Mapolres Jakarta Pusat. Mereka terancam terkena hukuman karena telah melanggar pasal 212 KUHP dengan ancaman kurungan selama 1 tahun 4 bulan. "Menghalang-halangi penegak hukum pada saat melaksanakan tugas," katanya.

Ketika dikonfirmasi apakah preman ini suruhannya, Rasyid tidak mengakui hal tersebut. Dirinya mengatakan kerabatnya tersebut hanya mengamankan aksi demostrasi. Namun polisi mendorong untuk masuk ke kantor Menteri Koordinator Perekonomian.

"Anak-anak dateng, kok demo-demo tidak diapa-apain tapi didorong sama polisi," ucapnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.