Preman Penjaga Jokowi Saat Dikepung Warga Ternyata Jenderal Kopassus

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Seorang anggota satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) milik TNI Angkatan Darat, tentu tak cuma punya kemampuan tempur yang mumpuni. Selain hal tersebut, anggota Korps Baret Merah juga punya kemampuan tinggi dalam hal intelijen dan pengamanan sebuah objek vital.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, jelas anggota Kopassus senantiasa jadi pilihan untuk menjadi personel inti dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Paspampres, ada sejumlah nama Perwira Tingi (Pati) TNI Angkatan Darat yang berasal dari Kopassus yang pernah memimpin satuan tersebut.

Sebut saja Letjen TNI (Purn.) Agus Sutomo, Letjen TNI Doni Monardo, dan Jenderal TNI Andika Perkasa, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad).

Selain ketiga nama tersebut, ada pula sosok Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang saat ini menduduki posisi sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana.

Jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), atau yang sekarang bernama Akademi Militer (Akmil), tahun 1992, pernah menjaadi orang nomor satu di Paspampres.

Perlu diketahui, pria kelahiran Bandung 27 Februari 1970 ini juga merupakan anggota Kopassus. Maruli menghabiskan kariernya selama lebih dari 20 tahun bersama Korps Baret Merah.

Maruli tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Grup 2 Kopassus, dan Asisten Operasi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus periode 2013 hingga 2014. Setelah itu, Maruli dipercaya sebagai Komandan Grup A Paspampres, satuan jajaran Paspampres yang punya tugas untuk melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat terhadap Presiden beserta keluarganya.

Maruli diangkat menjadi Komandan Grup A Paspampres saat satuan ini dipimpin oleh Jenderal TNI Andika Perkasa, di periode pertama Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden RI.

Setelah dua tahun menduduki posisi sebagai Komandan Grup A Paspampres, Maruli sempat berpindah tugas sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 074/Warastratama yang berada di bawah Kodam IV/Diponegoro. Maruli kemudian sempat kembali ke Paspampres pada 2017, dan ditunjuk menjadi Wakil Komandan Pasampres (Wadanpaspampres) periode 2017 hingga 2018.

Setelah itu, Maruli dipindah tugaskan lagi ke Kodam IV/Diponegoro. Pada 2018, tak sampai satu tahun Maruli sempat juga menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro, sebelum pada 20 November 2018 diangkat menjadi Komandan Paspampres.

Lewat pantauan VIVA Militer dari akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, ada sebuah momen di mana Maruli dituntut waspada saat menjalankan tugas pengamanan Jokowi. Tepatnya pada 6 Maret 2019, Jokowi yang dikenal sebagai sosok sederhana memilih pulang ke Istana Bogor dengan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jakarta-Bogor.

Saat itu, Jokowi naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat dan turun di Stasiun Bogor. Memang pada awalnya Presiden RI ke-7 ini sempat dikawal oleh sejumlah anggota Paspampres. Namun demikian, para anggota Paspampres itu hanya mengawal Jokowi hingga Stasiun Tanjung Barat dan tidak ikut menumpang kereta.

Namun demikian, Jokowi menaiki kereta yang sesak penumpang bersama dengan Maruli sang Komandan Paspampres. Kehadiran Jokowi di salah satu gerbong kereta sontak membuat penumpang lainnya heboh. Sejumlah penumpang berkesempatan untuk berfoto, merekam video, hingga berbincang dengan Jokowi.

Di sisi lain, Maruli yang berpakaian preman berada tepat di sisi Jokowi. Pria yang juga merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, tetap memasang mata dan memantau sudut gerbong yang padat penumpang.