Presdir AHM Puji Perjuangan Pembalap Indonesia di FIM CEV 2019

Liputan6.com, Valencia - Pembalap-pembalap Indonesia gagal meraih hasil terbaik di seri penutup balapan FIM CEV 2019 yang berlangsung di Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (10/11/2019). Tiga pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang tampil di kelas Moto2 dan Moto3, tidak satupun yang berhasil finis di posisi sepuluh besar.

Mario Suryo Aji yang sempat finis di urutan keempat Moto3 pada seri Estroil hanya bisa finis di urutan 16 pada race pertama dan melorot ke posisi 26 akibat bermasalah dengan sepeda motonya. Hasil ini membuat Mario menutup musim pada urutan ke-18 klasemen akhir Moto3.

Sementara Gerry Salim yang turun di Moto2 tidak bisa ikut balapan karena cedera saat pemanasan di pagi hari. Gerry terjatuh di tikungan 11 dan membuat pen pada tulang selangkanya bengkok. Gerry Salim selanjutnya akan menjalani operasi di Indonesia.

Nasib kurang beruntung juga menimpa Andi Gilang yang turun pada empat seri Moto2. Di seri penutup masalah teknis memaksa Andi finis di posisi ke-26.

Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma, juga turut hadir menyaksikan aksi pebalap binaanya pada seri pamungkas di Valencia, Spanyol. Sama dengan pembalap, Inuma juga mengaku kecewa dengan hasil seri terakhir FIM CEV 2019.

Meski demikian, Inuma puas melihat perkembangan dan upaya para pemalap untuk bersaing di level Eropa. Sebab menurutnya, balapan di Eropa memberi pengalaman bagi para pembalap untuk meningkatkan kemampuan mereka.

“Anda bisa melihat sendiri. Balapan di Eropa cukup sulit. Cuaca juga menjadi tantangan bagi para pembalap. Ini memberi kesempatan bagi pembalap meningkatkan kemampuan mereka tak hanya dalam balapan saja, tapi juga banyak hal lainnya,” kata Inuma di Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (10/11/2019).

“Seperti pembalap, kami juga kecewa dengan hasil ini. Tapi kami sangat puas melihat effort para pembalap untuk menberi hasil terbaik pada balapan ini.”

 

Setahap Demi Setahap

Mario Suryo Aji, pembalap asal Indonesia saat tampil di Moto3 FIM CEV di Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (10/11/2019) (Astra Honda Motor Indonesia)

Inuma menambahkan hasil balap di CEV International Championship tahun ini diharapkan dapat semakin menempa pembalap untuk menyiapkan diri mereka secara skill, fisik, maupun mental menghadapi berbagai ajang balap, mulai dari balapan tingkat lokal, regional Asia, kejuaraan di Eropa seperti FIM CEV International Championship, maupun dalam mewujudkan mimpi balapan dengan hasil kompetitif di balapan dunia Grand Prix MotoGP.

"Setahap demi setahap, pebalap kami terus meningkatkan skill balapnya dalam setiap stel pembinaan berjanjang yang kami siapkan. Balap di CEV ini akan dievaluasi untuk memberikan pembinaan balap yang paling tepat. Kami akan terus memperkuat pembinaan bagi pebalap muda Indonesia, yang dimulai dari Astra Honda Racing School hingga ke MotoGP".

FIM CEV International Championship merupakan bagian dari penggemblengan para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) sebelum menghadapi pertarungan balap tertinggi di Grand Prix. Dari pembinaan di ajang balap yang tingkat kompetisi balapnya satu level di bawah Grand Prix MotoGP, telah dicetak pebalap-pebalap tangguh Tanah Air yang menjadi kebanggaan bangsa.

Tahun lalu, Dimas Ekky Pratama yang sempat mengasah skill balap CEV Moto2 European Championship berhasil terpilih balapan di jenjang lebih tinggi, yakni Grand Prix Moto2 semusim penuh.

Tahun depan, pembalap asal Bulukumba, Andi Gilang, dipastikan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang balapan semusim penuh Grand Prix Moto2 2020.

Gerry Salim yang pernah menjadi juara umum ARRC kelas 250cc dan balapan di CEV Moto3 pun mendapat pengalaman berbeda yang menambah skill balapnya saat balapan di CEV Moto2 tahun ini. Sementara itu, Mario Suryo Aji semakin kuat mengasah skill balapnya sepanjang musim balap CEV perdananya.

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini: