Presiden Arema FC Gilang Juragan 99 Diperiksa Polisi Terkait Tragedi Kanjuruhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana yang dikenal juga dengan sebutan Juragan 99 terlihat mendatangi Polda Jawa Timur (Jatim) pada Kamis, (27/10). Ia memenuhi panggilan penyidik terkait kasus Tragedi Kanjuruhan, Malang.

Gilang terlihat mendatangi Ditreskrimum Polda Jatim didampingi sejumlah kuasa hukumnya. Dalam kedatangannya, Gilang yang mengenakan pakaian serba hitam tampak buru-buru masuk ruangan. Ia menolak berkomentar ketika ditanya awak media terkait pemanggilannya.

"Belum tahu. Bentar ya, bentar ya temen-temen ya," katanya.

Pemeriksaan Direktur Operasional PT LIB

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Irjen Pol (Pur) Sudjarno juga tampak di Polda Jatim. Ia terlihat datang terlebih dahulu.

"Pak Sudjarno hari ini memenuhi panggilan untuk yang ketiga kalinya," kata Kuasa Hukum Sudjarno, Rachmad Amrullah.

Pemanggilan tersebut, kata Rachmad, terkait pendalaman Pasal 103 tentang UU Keolahragaan. Kliennya itu juga akan dimintai keterangan soal tanggung jawab verifikasi stadion.

"Jadi pendalaman terhadap pasal 103 UU keolahragaan. Jadi soal hak penonton, termasuk tanggung jawab verifikasi stadion itu menjadi tanggung jawabnya siapa," jelasnya.

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 15 saksi baru kasus Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Dari 15 saksi tersebut, satu di antaranya adalah Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana. Bos Juragan 99 itu akan diperiksa terkait tragedi Sabtu kelabu, 1 Oktober, yang menewaskan 135 orang itu.

Sementara untuk 14 saksi lainnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto tidak menjelaskan. "Rencananya 15 saksi diperiksa. Salah satu di antaranya yang bersangkutan (Gilang Widya Pramana) selaku pemilik saham (Arema FC)," tandasnya. [yan]