Presiden Arema Minta Suporter Stop Nyanyian Rasis dan Larang Nyalakan Flare

Bola.com, Jakarta - Arema FC merampungkan program ujicoba sebelum terjun ke Piala Presiden 2022. Ujicoba terakhir berlangsung kemarin (07/06/2022) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang melawan Rans Nusantara.

Tim berjuluk Singo Edan ini menang telak 4-0. Namun di luar persoalan teknis, ada sebuah evaluasi yang dilakukan langsung oleh Presiden Arema, Gilang Widya Pramana.

Dia melihat dan mendengar langsung masih ada nyanyian rasis dan flare dari tribun Aremania yang mengganggu pertandingan. Nyanyian rasis itu berisi makian untuk suporter tim rival.

 

 

Hilangkan Kebiasaan

Kebiasaan ini diharapkan pria berjuluk Juragan 99 itu bisa hilang. Karena bisa membawa pengaruh buruk untuk suporter yang masih kecil atau pelajar.

”Mari kita nikmati keindahan sepakbola di stadon dengan tidak merusaknya dengan nyanyian rasis dan asap flare serta petasan,” kata Gilang.

Dia berharap saat Arema jadi tuan rumah Grup D Piala Presiden yang dimulai 11 Juni, Aremania tak melakukan hal itu lagi. Karena pria yang berstatus sebagai pengusaha ini ingin membawa misi damai dalam sepakbola.

 

 

Jangan Rusak Atmosfer Pertandingan

Presiden Arema, Gilang Widya Pramana saat berkeliling menyapa Aremania ditemani jajaran manajemen pada partai ujicoba versus Rans. (Iwan Setiawan/Bola.com)
Presiden Arema, Gilang Widya Pramana saat berkeliling menyapa Aremania ditemani jajaran manajemen pada partai ujicoba versus Rans. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Sebenarnya ini merupakan penyakit lama yang ada di Stadion Kanjuruhan. Manajemen sempat dikenai denda hingga ratusan juga akibat perilaku negatif Aremania beberapa musim sebelumnya.

Panpel sempat melakukan eduasi terkait nyanyian rasis dan memperketat penjagaan di pintu masuk untuk pemeriksaan flare. Namun hal negatif itu kini muncul lagi.

Saat Arema menggelar dua ujicoba terbuka di Stadion Kanjuruhan bulan ini, nyanyian rasis dan flare selalu ada dan membuat pertandingan sempat dihentikan. Yakni saat lawan PSIS Semarang dan Rans Nusantara.

"Setelah kurang lebih dua tahun tak bisa hadir langsung ke stadion, memberi dukungan sekaligus menjaga untuk tidak merusak atmosfer pertandingan," imbuhnya.

 

Piala Presiden Lebih Ketat

<p>Piala Presiden 2022 - Grup D (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Piala Presiden 2022 - Grup D (Bola.com/Adreanus Titus)

Kabarnya, panpel Arema akan bekerja lebih keras di penyisihan Grup D Piala Presiden 2022. Sebagai tuan rumah, mereka akan memperketat pemeriksaan di pintu masuk.

Sehingga tidak ada lagi flare yang bisa masuk dan dinyalakan di dalam stadion. Sedangkan untuk nyanyian rasis, panpel sudah memasang spanduk berisi himbauan. Aremania diminta lebih dewasa agar tidak menularkan kebencian kepada suporter yang masih kecil.

Di Grup D, Arema akan bersua PSM Makassar, Persik Kediri dan Persikabo 1973. Dari tiga laga itu, pertandingan matchday kedua Arema lawan Persik Kediri yang sepertinya butuh pengamanan lebih ketat.

Karena hubungan kedua suporter masih belum sepenuhnya membaik. Panpel sendiri tidak bisa melarang suporter tim tamu untuk datang. Namun mereka akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait agar turnamen ini berjalan lancar.

Klasemen Akhir BRI Liga 1 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel