Presiden Barcelona Blak-blakan soal Negosiasi Kontrak Messi yang Gagal

VIVA – Presiden Barcelona, Joan Laporta bicara blak-blakan pada jumpa persnya pertamanya pasca kepergian Lionel Messi pada Senin kemarin. Dia pun bercerita proses yang dilakukannya bersama Messi untuk tetap bertahan, namun akhirnya gagal.

Barcelona gagal mempertahankan Messi karena terbentur aturan dari LaLiga soal ambang batas total gaji tim yang sulit dipenuhi Barcelona. Messi pada akhirnya bergabung ke Paris Saint Germain (PSG) dengan status bebas transfer.

"Saya telah melihat beberapa pernyataan dari Messi sangat sesuai dengan apa yang telah kami jelaskan. Pernyataan dari kedua belah pihak sejalan," kata Laporta seperti dilansir Marca, Selasa 17 Agustus 2021.

“Jika awalnya kami pikir itu bisa dilakukan (mempertahankan Messi), itu karena kami hanya tahu angka-angka dari direksi sebelumnya. Kami memberitahu LaLiga kerugian 89 juta euro yang memungkinkan kami melakukan yang terbaik," lanjutnya.

“Ketika kami melihat LaLiga memberi kami harapan, kami optimis. Tapi apa yang kami lihat sebagai balasannya adalah kami menyadari bahwa itu tidak dapat dilakukan, terlepas dari kenyataan bahwa kami telah berjabat tangan dengan Messi."

Laporta menambahkan, Messi melakukan berbagai cara agar dia bisa bertahan di Barcelona. Di sisi lain, manajemen klub juga berjuang keras. Namun kondisi keuangan klub yang tidak memungkinkan, membuat niat keduanya gagal sesuai harapan.

"Leo juga punya waktu, tapi kami melihat itu tidak bisa terjadi (Messi bertahan di Barcelona), terlepas dari kenyataan bahwa pemain melakukan banyak upaya untuk menyesuaikan kontraknya dengan batas gaji," jelas Laporta.

"Ketika kami melihat besarnya bencana keuangan yang bisa terjadi, kami tidak melakukannya (memaksakan mempertahankan Messi di Barcelona)," papar Laporta.

Kini Messi sudah pergi dan bergabung di klub barunya. Laporta pun enggan menyimpan sedih terlalu lama meski dia berharap akhir yang berbeda untuk Messi di Barcelona. Pada akhirnya, Barcelona dan Messi harus move on.

“Kedua belah pihak akan menyukai akhir yang berbeda, tetapi kami harus menerima bahwa keinginan yang kami miliki di awal tidak dapat dipenuhi. Salah satu kisah terindah dalam sepakbola yang biasanya tidak berlangsung lama, kini telah berakhir," jelasnya.

"Saya lebih suka mengingat saat-saat yang baik dan bukan yang buruk. Kami senang dengan tim dan Leo terlihat bahagia di Paris. Saya pribadi memiliki penghargaan yang sama untuknya seperti yang saya lakukan sebelumnya," katanya.

"Sayang sekali, kami tidak mengakhiri hubungan dengan cara yang kami inginkan."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel