Presiden bertolak ke Bali untuk KTT G20 pada 13 November

Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertolak ke Bali pada 13 November untuk menghadiri sejumlah pertemuan bilateral pada 14 November dan selanjutnya pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 15-16 November 2022.

"KTT G20 ini akan dilakukan in between penyelenggaraan KTT ASEAN di Pnomh Penh (Kamboja) pada 10-13 November. Kemudian 13 November Bapak Presiden menuju ke Bali, 14 November sudah mulai pertemuan bilateral," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Setelah menghadiri pertemuan bilateral dengan para pemimpin G20, Presiden Jokowi akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan puncak KTT G20, Bali, pada 15-16 November 2022.

Usai menghadiri KTT G20, Presiden Jokowi pada 17 November 2022 dijadwalkan bertolak ke Bangkok, Thailand, untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

"Kemudian 17 November Bapak Presiden akan berangkat ke KTT APEC yang akan diselenggarakan pada 18-19 November," kata Menlu Retno.

Retno mengatakan pemerintah terus mematangkan persiapan menuju KTT G20 secara detail dan komprehensif. Pada Senin ini atau H-15 KTT G20, secara umum persiapan KTT G20 berjalan baik.

Dia menjelaskan dari perkembangan sementara dapat disimpulkan bahwa keinginan pemimpin negara dan kawasan anggota G20 untuk hadir di Bali sangat tinggi.

"Beberapa masih ditunggu konfirmasinya karena situasi khusus. Misalnya, Brazil putaran kedua election sudah selesai, tapi juga serah terima atau presiden baru akan menjabat 1 Januari sehingga kita masih menunggu dari Brazil siapa yang akan datang dalam KTT nanti," kata dia.

Selain itu, Menlu Retno mengungkapkan banyak negara mengajukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di KTT G20.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia akan berusaha mengakomodasi semaksimal mungkin agar seluruh pengajuan pertemuan bilateral dapat terlaksana.

"Kami akan berusaha mengakomodasi semaksimal yang dapat kami lakukan, tetapi kalau masih ada yang belum mendapatkan kami akan coba mengakali. Misalnya, kalau mereka hadir di (KTT) ASEAN, oke kita bilateralnya mungkin di ASEAN. Demikian juga kalau (hadir) di (KTT) APEC, bertemunya di APEC. Tapi, prinsipnya Presiden sangat menghargai dan ingin sekali melakukan pertemuan sesuai dengan permintaan para leaders negara lain," ujarnya.