Presiden BWF Bakal Dibunuh hingga Misteri Penumpang Positif Corona

Ridho Permana
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa hari belakangan, akun media sosial Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dibombardir. Hal ini terkait didepaknya tim bulutangkis Indonesia didepak dari All England Open 2021.

Tim bulutangkis Indonesia disebut satu pesawat dengan penumpang anonim yang positif COVID-19. Pada hari pertama, 17 Maret 2021 beberapa wakil Merah Putih sudah berlaga, namun diminta mundur dan diusir dari Utilita Arena Birmingham waktu itu juga.

National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris mengirimkan email ke tim Indonesia untuk dikarantina hingga 23 Maret. Tapi, berkat bantuan semua pihak dari Indonesia mereka bisa pulang lebih cepat ke Tanah Air.

Kini, kabar terbaru bahwa BWF masih saya diteror oleh netizen. Hal ini terlihat dari status Insta Story Instagram @bwf.official.

Ancamannya makin mengerikan, netizen yang mengklaim diri sebagai orang Indonesia itu akan mengancam untuk membunuh Presiden BWF.

"Dengar kami akan membunuh siapa saja bagian dari Anda. Mungkin bisa dimulai dari Presiden BWF dan yang lain bersiap-siap.

Kami ingin, sebagai orang indonesia Anda membuat video permintaan maaf tentang kejadian tersebut jika tidak saya berjanji akan membunuh Anda!

Coba dengarkan. Kami akan membawa teroris ke negara Anda," isi ancaman tersebut. "Ini tidak baik," kata BWF.

Misteri Penumpang Positif COVID-19

Meski All England sudah selesai, namun Indonesia tak pernah berhenti meminta keadilan. Fakta harus diungkap Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus meminta keadilan dan mengungkapkan kekecewaan atas sikap BWF dan pihak Inggris.

Hal yang bikin Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna murka adalah tidak transparansi National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris dan pemangku kepentingan setempat.

Agung mendesak, BWF dan NHS membuka siapa penumpang anonim yang positif di pesawat Turkish Airlines itu.

"Kita sama-sama tidak puas dengan situasi seperti ini. Sangat kecewa. Sekarang yang sedang kita usahakan, kita ingin mendapatkan transparan, saya kan cuma nuntut siapa yang kena itu? Naiknya dimana?," ujar Agung dengan nada tinggi saat berbincang dengan Tim bulutangkis Indonesia via zoom seperti dikutip dari Instagram PBSI.

"Yang membuat saya emosi itu kita tidak tahu siapa yang kena," tambahnya.

Agung menegaskan, ketika terjadi kasus seperti itu namun bisa lolos tentu ada masalah. Harusnya sebelum penumpang naik ada hasil PCR.

"Pasti kan ada masalah, syarat internasional sebelum naik pesawat harus PCR, kalau ada positif ya ada masalah dong berarti," kata dia.