Presiden Dewan Eropa Minta Rusia Hentikan Perang untuk Atasi Krisis Energi & Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengingatkan Rusia soal kebijakan negara mereka yang dapat memicu krisis pangan global. Misalnya, Rusia telah melakukan pembatasan ekspor pupuk dan bahan pangan ke Uni Eropa sebelum terjadinya perang Rusia-Ukraina.

"Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor bahan makanannya sendiri, memberlakukan pembatasan pupuk ke UE," kata Charles di Media Center KTT G20, Bali International Convention Center (BICC), ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).

Kondisi ini makin diperparah ketika Rusia mendapatkan sanksi atas invasi yang dilakukan kepada Ukraina pada akhir Februari lalu. Akibatnya, Rusia makin membatasi produk-produk ekspornya.

Terutama pupuk yang menjadi komoditas penting untuk kebutuhan di sektor pertanian. Oleh karena itu, Charles meminta sanksi yang diberikan Rusia tidak berkaitan dengan sektor pangan dan energi.

"Jika sanksi diterapkan terhadap Rusia, jangan mulai dari praktik persimpangan dan makanan dan jangan mulai dengan ekspor pupuk ke Murcia," kata Charles.

Kumpulkan Pendanaan

Dalam mengatasi ini, Charles mengaku telah mengumpulkan pendanaan sebesar EUR 8 miliar atau sekitar Rp28,33 triliun untuk ketahanan pangan dan pengembangan obat-obatan.

Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk mengatasi kelangkaan pupuk di negaranya. Oleh karena itu, penting juga bagi semua pihak untuk mendukung produksi pupuk yang berkelanjutan.

Dia berharap masalah ini akan menjadi pembahasan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

"Saya menantikan untuk bergabung dengan side event khusus untuk topik ini besok," katanya. [idr]