Presiden Dialog dengan LSM Anti Korupsi

Jakarta(ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan dialog dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penggiat anti korupsi di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Acara yang dibuka dengan pengantar dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana itu dihadiri oleh sekitar 50 aktivis dari berbagai LSM anti korupsi.

Kemudian, Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki dijadwalkan memberikan paparan yang dilanjutkan dengan paparan dari Program Manager Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Maryati, dan perwakilan Pokja 30 Samarinda Carolus Tuah.

Setelah itu, Presiden Yudhoyono akan memberikan tanggapan atas paparan yang diberikan oleh para aktivis anti korupsi.

Hadir dalam dialog tersebut beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Kapolri Jend Pol Timur Pradopo, dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Media massa yang meliput acara tersebut hanya diperbolehkan mendengarkan pembukaan yang disampaikan oleh Presiden Yudhoyono pada awal acara tanpa mengikuti keseluruhan dialog.


Dalam sambutan pembukanya, Presiden mengatakan kunci keberhasilan pemberantasan korupsi adalah kolaborasi atau kebersamaan di antara seluruh elemen mulai dari jajaran penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat dan juga media massa.

"Oleh karena itu harus terbuka, rakyat juga harus tahu pertemuan seperti ini jangan dicurigai ini jangan-jangan `kongkalingkong`. Tidak ada `kongkalingkong` dalam pemberantasan korupsi," demikian Yudhoyono.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.