Presiden AS Donald Trump Sebut WHO Sebagai Boneka China

Zulfikar Husein

VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menarik keluar negaranya dari keanggotaan di Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Ia pun menuduh WHO telah merusak tanggapan global terkait virus Corona.

Selain itu, Trump juga menyebut WHO sebagai boneka China dalam menangani wabah COVID-19. Menurut Trump, WHO tidak bisa melakukan tindak tegas terhadap China dalam menyelesaikan permasalahan terkait virus Corona.

Trump memang sudah berada dalam lingkaran pertikaian sengit dengan China. Bahkan, Trump dengan tegas, meyakini bahwa China telah menutup-nutupi wabah ini sejak akhir tahun lalu sebelum penyakit tersebut menyebabkan kehancuran di seluruh planet ini.

Lebih dari 320.000 orang di seluruh dunia telah meninggal dunia karena COVID-19. Sedangkan, hampir 4,8 juta orang di dunia dinyatakan positif terinfeksi. Situasi ini membuat seluruh pemerintah di negara manapun berusaha keras untuk menahan virus tersebut sembari mencari cara untuk memulihkan kembali perekonomian yang lumpuh.

Baca Juga: Mal CBD Ciledug Abaikan PSBB, Sanksi Penutupan Mal Menanti

Sejauh ini, AS menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. Kondisi tersebut membuat Trump berada di bawah tekanan untuk menyalahkan WHO karena tidak bisa berbuat banyak dalam memerangi penyebaran awalnya.

"Mereka (WHO) adalah boneka China, mereka sangat China-sentris untuk membuat segalanya menjadi lebih bagus. Mereka telah memberi kami banyak nasihat buruk," ujar Trump, seperti dikutip The Telegraph, Selasa 19 Mei 2020.

Trump pun telah menangguhkan dana bantuan dari AS kepada WHO. Setelah komentarnya tersebut, Trump mengirim surat kepada Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom. Surat yang diunggah Trump di akun Twitter pribadinya berisi ancaman untuk membekukan WHO secara permanen.

"Jelas, salah langkah berulang dari Anda dan organisasi Anda dalam menanggapi pandemi yang sangat mahal bagi dunia," kata surat tersebut.

"Satu-satunya jalan ke depan untuk Organisasi Kesehatan Dunia adalah menunjukkan kemerdekaan dari China. Ada waktu 30 hari bagi mereka untuk menunjukkan 'perbaikan substantif'," lanjut isi surat itu.

Penulis: Dion Yudhantama