Presiden El Salvador Klaim Gelar Diktator Paling Keren Sedunia, Ada Apa?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, San Salvador - Presiden El Salvador, Nayi Bukele, mengklaim dirinya sebagai diktator paling keren di dunia. Tulisan itu muncul di profil Twitternya.

Bukele merupakan presiden muda yang berusia 40 tahun. Ia hobi update mengenai bitcoin di Twitter.

Julukan diktator paling keren itu kemungkinan merupakan trolling terhadap orang-orang yang berdemo terhadap kebijakannya. Pasalnya, ia dikritik karena mengotak-atik formasi hakim Mahkamah Agung untuk diganti dengan hakim pilihannya.

Berdasarkan laporan AP, Kamis (23/9/2021), hal itu berefek pada perubahan konstitusi terkait pemilihan presiden, yakni pelarangan maju dua periode berturut-turut.

Kini, Presiden Bukele berpotensi maju di 2024. Gelar diktator terkeren pun dianggap aktivis sebagai strategi ledekan.

"Ia mencoba meledek perasaan publik atau oposisi," ujar pengacara Eduardo Escobar dari Citizen's Action yang mengawasi akuntabilitas pemerintah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

AS Sanksi Hakim Konstitusi

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (31/8/2021). Biden mengatakan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan merupakan pilihan terbaik. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (31/8/2021). Biden mengatakan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan merupakan pilihan terbaik. (AP Photo/Evan Vucci)

Lima hakim Mahkamah Agung El Salvador kini kena sanksi Amerika Serikat (AS). Mereka semua masuk ke daftar U.S. Undemocratic and Corrupt Actor. Akibatnya, visa mereka dicabut.

Pihak Kedutaan Besar AS menilai adanya penurunan demokrasi saat Presiden El Salvador mengklaim gelar diktator terkeren.

Meski demikian, Presiden Bukele tetap kukuh dengan langkahnya. Hingga berita ini ditulis, tulisan di Twitternya masih diktator terkeren.

Ia juga me-retwit berita-berita dari media yang menampilkan krisis pengungsi Haiti di AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel