Presiden FIFA: Liga Super Eropa Merupakan Toko Tertutup

Zulfikar Husein
·Bacaan 3 menit

VIVA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya buka suara terkait polemik Liga Super Eropa. Dia pun telah memperingatkan klub-klub yang mengklaim sebagai pendiri Liga Super Eropa. Para klub tersebut, diultimatum Infantino, harus hidup dengan segala konsekuensi keputusan yang telah mereka buat.

Sebelumnya, UEFA telah mengancam akan mengeluarkan 12 tim pendiri Liga Super Eropa dari Liga Champions, Liga Europa, dan kompetisi domestik mereka masing-masing. Namun, FIFA lebih memilih mengambil pendekatan yang lebih tenang, dan baru-baru ini mereka menyerukan agar digelarnya pembicaraan yang konstruktif untuk menemukan solusi yang menyenangkan.

Infantino mengungkapan beberapa hal mengenai kemunculan Liga Super Eropa dalam pidatonya pada kongres UEFA ke-45 di Montreaux, Swiss, Selasa 20 April 2021. Di awal pernyataannya, Infantino menyebut, bahwa Liga Super Eropa merupakan kompetisi yang bisa diibaratkan seperti toko tertutup. Maka dari itu, FIFA dengan tegas, sangat tidak menyetujui gagasan soal Liga Super Eropa.

"Biar saya jelaskan sejak awal, FIFA adalah organisasi yang dibangun atas nilai-nilai sejati olahraga. Di FIFA, kami sangat tidak menyetujui pembentukan Liga Super, yang merupakan toko tertutup, yang mencoba memisahkan diri dari institusi saat ini, tanpa persetujuan liga, asosiasi, UEFA, dan FIFA. Tidak ada keraguan sama sekali bahwa FIFA sangat tidak setuju," ucap Infantino, seperti dikutip 90min.

"Saya datang ke sini untuk memberikan dukungan penuh kepada sepakbola Eropa, mulai dari UEFA, 55 anggota asosiasi, liga, klub, pemain, dan semua suporter di Eropa dan juga dunia," sambungnya.

Lebih lanjut, Infantino mengatakan, bahwa konsep Liga Super Eropa sangat jelas menghancurkan mimpi sebagian besar klub-klub kecil. Selain itu, keberadaan Liga Super Eropa juga bisa membunuh arti dari permainan sepakbola sesungguhnya.

"Keajaiban sepakbola adalah ikatan dari bawah ke atas. Ada banyak hal yang harus dibuang untuk keuntungan finansial jangka pendek. Orang perlu berpikir dengan sangat hati-hati ketika memikul tanggung jawab. Jangan hanya memikirkan tentang pemegang saham, tapi juga semua orang-orang, termasuk para penggemar, karena semua telah berkontribusi untuk menciptakan sepakbola Eropa menjadi seperti saat ini," ujarnya.

"Ini sudah berlangsung lebih dari 100 tahun. Orang-orang dengan cinta, semangat, dan komitmen telah menciptakan ini, dan kami perlu melindungi ini. Tugas kami adalah melindungi model kompetisi di Eropa, bagi klub dan tim nasional," katanya.

Meskipun, dalam pidato tersebut, Infantino tidak menjelaskan secara spesifik tentang sanksi yang akan diberikan kepada klub-klub pendiri Liga Super Eropa. Dia hanya memperingatkan, bahwa akan ada konsekuensi bagi pihak mana pun yang mencoba mengganggu sistem saat ini.

"Jika ada beberapa pihak yang memilih jalan mereka sendiri, maka mereka harus hidup dengan konsekuensi pilihan mereka. Sebab, mereka harus bertanggung jawab atas pilihan mereka. Ini soal Anda masuk atau keluar, karena Anda tidak bisa setengah masuk atau setengah keluar," jelasnya.

Di pengujung pidatonya, Infantino menyarankan, agar para klub pendiri Liga Super Eropa membahas keluhan yang mereka alami dengan cara duduk bersama lembaga resmi yang menaungi sepakbola, seperti UEFA dan FIFA. Apalagi, ditegaskanya, bahwa UEFA dan FIFA merupakan lembaga yang sangat demokratis dalam menyerap setiap aspirasi anggotanya.

“Seperti UEFA, FIFA adalah organisasi demokratis yang terbuka bagi semua orang untuk berbicara dengan menghormati berbagai lembaga, seperti liga dan asosiasi. Selain itu, kami sangat menghormati sejarang dan semangat banyak orang di seluruh dunia,” ungkapnya.