Presiden ingin ada "lompatan" agar porsi kredit UMKM tembus 30 persen

Subagyo
·Bacaan 1 menit

Presiden RI Joko Widodo menantang jajarannya agar dapat meningkatkan porsi kredit Usaha MIkro, Kecil dan Menengah (UMKM) melebihi 30 persen dari total kredit perbankan nasional pada 2024, dibanding saat ini yang masih sebesar 20 persen.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

“Bapak Presiden meminta bahwa diberikan tantangan yang lebih besar agar ada peningkatan secara lompatan, sehingga Bapak Presiden memberikan arahan bahwa kredit UMKM ini ditargetkan di tahun 2024 adalah lebih dari 30 persen,” katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia perlu lebih banyak UMKM eksportir

Untuk mencapai target itu, pemerintah akan melonggarkan beberapa ketentuan kredit UMKM. Di antara pelonggaran itu adalah kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Kemudian untuk kelompok KUR dengan plafon Rp500 juta - Rp1 miliar juga akan ditingkatkan menjadi Rp500 juta - Rp2 miliar.

“Ini perubahan-perubahan yang diharapkan untuk segera dapat dilaporkan ke Bapak Presiden,” ujar Airlangga.

Baca juga: Presiden: Perdagangan digital yang membunuh UMKM harus diperingatkan

Presiden Jokowi juga meminta agar suku bunga UMKM dijaga agar tetap kompetitif. Pemerintah masih mempertimbangkan opsi untuk menaikan penjaminan dari Askrindo dan Jamkrino atau pemberlakukan subsidi bunga KUR program reguler di luar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Tentu kita akan melihat berapa lagi yang diperlukan dan apabila ini kita lakukan itu ada anggaran-anggaran tambahan yang diperlukan yang sekarang dialokasikan,” ujar Menko Airlangga.

Baca juga: BRI bangun ekosistem pengembangan UMKM agar mampu naik kelas

Baca juga: BI dukung pengembangan UMKM lewat tiga pilar

Baca juga: BNI bantu UMKM bertahan imbas pandemi