Presiden ingin percepatan kerja sama transisi energi dengan Jepang

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan adanya percepatan untuk tindak lanjut kerja sama transisi energi dengan Jepang.

Realisasi percepatan kerja sama itu dapat digencarkan melalui hadirnya investasi di proyek pengembangan energi baru dan terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol.

“Di sektor energi dan lingkungan hidup, saya mengharapkan percepatan tindak lanjut kerja sama transisi energi melalui investasi energi baru terbarukan seperti hidrogen, biomassa, dan metanol,” kata Presiden dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk memfinalisasi kerja sama, dan menyusun nota kesepahaman dalam pelestarian lingkungan hidup.

Indonesia dan Jepang sebelumnya telah menginisiasi kerja sama awal dalam transisi energi dengan Jepang melalui Memorandum of Cooperation/MoC tentang Realization of Energy Transitions yang diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi pada Januari 2022.

MoC tersebut berisikan penyusunan peta jalan transisi energi menuju emisi bersih berdasarkan target nasional masing-masing negara, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.

Kemudian MoC tersebut juga kesepakatan kedua negara untuk mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Adapun pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Kishida pada Jumat ini di Bogor menjadi agenda dalam lawatan pertama Kishida di rangkaian kunjungan kerja luar negerinya kali ini.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Indonesia dorong peningkatan akses energi negara berkembang
Baca juga: Luhut: Kenaikan harga energi dapat memperlambat transisi energi
Baca juga: Transisi energi menggeser migas dari energi ke bahan baku industri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel