Presiden IOC beberkan kiat sukses pencalonan tuan rumah Olimpiade

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach membeberkan kiat menyukseskan pencalonan tuan rumah Olimpiade dalam jumpa pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali di Bali, Rabu.

"Saya pikir faktor utamanya adalah irisan dengan semangat dan nilai-nilai Olimpiade, serta berkontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat lewat kompetisi olahraga yang damai," kata Bach.

Bach juga menegaskan aspek keberlanjutan berperan penting dalam menyukseskan pencalonan tuan rumah Olimpiade sebuah negara.

Menurut Bach, penyelenggaraan Olimpiade harus bisa meninggalkan warisan besar bagi masyarakat negara tuan rumah melalui memasyarakatkan gaya hidup yang lebih sehat.

"Contohnya di Tokyo, setelah Olimpiade kemarin, aktivitas olahraga masyarakatnya meningkat signifikan mengikuti percontohan atlet-atlet Olimpiade," ujarnya.

Bach meyakini aspek keberlanjutan sangat berperan penting agar masyarakat negara tuan rumah Olimpiade tidak merasakan kegiatan dan pembangunan infrastruktur tidak berakhir sia-sia.

Dia mencontohkan bagaimana wisma atlet yang sempat dipakai dalam Olimpade Tokyo lalu menghadirkan opsi pemukiman terjangkau bagi warga setempat.

Bach juga menegaskan kembali persetujuannya atas pernyataan Presiden RI Joko Widodo saat menyampaikan kesediaan dan kesiapan Indonesia mengajukan ibu kota baru, Nusantara, sebagai tuan rumah Olimpiade 2036.

Baca juga: Presiden IOC sambut pencalonan Indonesia tuan rumah Olimpiade 2036

"Presiden Jokowi sudah menyampaikan semangat Olimpiade dalam pernyataannya, tentang kekuatan olahraga dalam menyatukan, menekankan pentingnya olahraga untuk kesehatan, serta membuka pintu untuk olahraga berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia lewat netralitas politik," papar Bach.

Bach mengaku melihat banyak modal yang dimiliki Indonesia dalam upaya menyukseskan pencalonan tuan rumah Olimpiade 2036, termasuk penunjukan Nusantara, ibu kota baru yang dibangun sebagai percontohan kota berkelanjutan.

Dia juga sempat mengutip kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang yang telah meninggalkan banyak warisan besar.

Bach juga memuji keberhasilan Indonesia menyelenggarakan KTT G20 yang dinilainya berjalan mulus.

"KTT G20 tampak berjalan mulus, mengingat ini salah satu pertemuan paling rumit di dunia, yang menghadirkan para pemimpin dunia. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi (KTT G20) bisa menghasilkan komunike, (itu) adalah contoh penting lain dari kekuatan untuk menyatukan," kata Bach.

Olimpiade 2036 menjadi kali kedua Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah setelah terlambat melakukan hal yang sama untuk Olimpiade 2032.

Brisbane di Australia memperoleh status tawaran pilihan IOC per 24 Februari 2021 sebelum resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade musim panas 2032 pada 21 Juli 2021.

Baca juga: Presiden IOC serukan persatuan dunia