Presiden: Jangan Jadi Pemimpin Asal Bapak Senang

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar para kepala daerah tidak hanya duduk di belakang meja dan mendengarkan laporan asal bapak senang (ABS) dari bawahannya.

Hal ini dikatakan Presiden saat memberikan sambutan saat membuka rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) 2013 di Jakarta, Rabu.

Menurut Presiden Yudhoyono, pemimpin harus rajin turun ke masyarakat untuk mengetahui dan mengevaluasi efektivitas kebijakan dan programnya di masyarakat. Selain itu juga untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dan pandangan masyarakat dan menyapa rakyat.

"Jangan model pemimpin asal bapak senang (ABS), pemimpin di belakang meja, pemimpin terima bersih, tidak mau kotor, tidak mau kena lumpur, tidak mau panas, tidak mau kehujanan, makin ke depan pemimpin itu hidupnya bersama-sama dengan rakyat," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden menambahkan, sebagai kepala daerah, para bupati diharapkan lebih sering turun ke masyarakat dibandingkan dirinya, sehingga mengetahui secara langsung program-program dan kebijakan untuk rakyat yang telah berjalan dengan baik maupun yang tersendat-sendat.

Menurut Presiden, berdasarkan pengalamannya turun menyapa masyarakat dapat mengetahui dengan cepat seberapa efektif manajemen pemerintahan dan kepemimpinan daerah dalam mengawal program-program pro rakyat agar dinikmati oleh rakyat.

"Saya kalau datang ke daerah, saya cek semua, Jamkesmasnya, Raskinnya BOS-nya, PNPM-nya ingin melayani siapa, sudah dengar belum kalau pinjaman di KUR itu tanpa agunan dan tidak perlu dan sebagainya, Saya bisa mengukur, dua jam saya di tempat itu melihat langsung, berbicara dengan rakyat saya sudah punya kesimpulan sejauh mana sebetulnya manajemen dan kepemimpinan di daerah, manajemen dan kepemimpinan untuk melayani rakyat kita," kata Presiden.

Presiden menambahkan dirinya mengapresiasi para kepala daerah yang telah bekerja giat dan bahkan tak mengenal waktu melampaui panggilan tugasnya untuk melayani dan menyapa masyarakatnya.

Namun demikian, ia menghimbau agar mereka yang kurang giat, untuk lebih giat lagi bekerja untuk melayani masyarakat. "Jika ada yang belum (turun ke masyarakat) lakukanlah, jika ada yang kurang tingkatkanlah," kata Presiden Yudhoyono.(tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.