Presiden AS Joe Biden Undang Jokowi Bahas Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dari Istana Negara Jakarta pada KTT Developing Eight (D-8) yang digelar di Dhaka, Bangladesh, 8 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat undangan khusus dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menghadiri Global Covid-19 Summit secara virtual, Rabu 22 September 2021. Jokowi merupakan satu dari empat pemimpin negara yang dapat dipilih secara pribadi oleh Biden.

"Bapak Presiden sebagai salah satu dari empat pimpinan di dunia yang dipilih secara pribadi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memberikan masukan bagaimana kita bisa segera mengatasi pandemi Covid-19 ini," jelas Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

Menurut dia, Joe Biden menyampaikan ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh para pemimpin dunia saat ini. Pertama, Biden mengingatkan pemimpin dunia untuk segera mempercepat vaksinasi Covid-19 di negara masing-masing.

"Bahwa kita harus berkomitmen bersama-sama seluruh pimpinan-pimpinan dunia untuk segera memvaksinasi umat manusia, secepat-cepatnya," katanya.

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan 40 persen populasi di dunia harus divaksinasi pada tahun ini. Sedangkan, WHO menargetkan 70 persen penduduk dunia sudah divaksin pada 2020.

Budi menyampaikan Joe Biden mengajak para pemimpin dunia bersama-sama mempersiapkan seluruh alat kesehatan, obat-obatan, dan hal lain yang dibutuhkan dalam menghadapi pandemi. Hal ini agar tak semakin banyak masyarakat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

"Hal yang kedua, Presiden Amerika Serikat juga menekankan pentingnya bahwa kita bertindak sekarang untuk menyelamatkan jutaan nyawa umat manusia. Sudah 4,5 juta umat manusia di dunia yg wafat karena Covid-19," ujar dia.

"Presiden Amerika Serikat menekankan secara khusus mengenai kebutuhan oksigen, kebutuhan sarana testing dan tracing serta kebutuhan obat-obatan di rumah sakit," sambung Budi.

Persiapkan Ketahanan Kesehatan Dunia

Ketiga, Budi menyebut Joe Biden mengajak pemimpin dunia mempersiapkan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik. Salah satunya, membangun arsitektur global ketahanan kesehatan dunia agar pembiayaan kesehatan dunia bisa ditata lebih baik.

Hal ini untuk membantu negara-negara di dunia yang mengalami masalah kesehatan. Dia mencontohkan peran Dana Moneter Internasional (IMF) yang membantu negara yang mengalami masalah keuangam

"Beliau (Joe Biden) juga menekankan bahwa untuk membangun masa depan yang lebih baik, lebih siap menghadapi pandemi berikutnya semua negara harus memiliki ketahanan kesehatan yang baik, bukan hanya negara baju tapi juga negara-negara berkembang," tutur Budi.

Sebagai informasi, Global Covid-19 Summit diadakan disela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-76. Jokowi sendiri memberikan pidato dalam sidang umum PBB ke-76 pada Kamis, (23/9/2021) pagi waktu Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel