Presiden Jokowi Ajak ASEAN Tetap Optimis Tangani Dampak Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam KTT ASEAN ke-37 yang kembali diadakan secara virtual pada Kamis 12 November 2020 kemarin, Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi melaporkan sejumlah penurunan angka di mana pariwisata turun 71%, perdagangan turun 12% dan FDI di turun 33%.

Namun Sekjen melaporkan juga bahwa ASEAN terus bekerja keras menjaga optimisme dan kerjasama guna mencapai kemajuan.

Hasil kemajuan di tiga pilar ASEAN baik pilar politik, ekonomi, maupun sosial budaya.

"Ke depan prioritas akan diberikan untuk tiga hal yaitu menjamin fondasi recovery secara tepat, yang kedua mengembalikan produktivitas yang lebih tinggi di kawasan dan yang ketiga adalah terciptanya komunitas ASEAN yang lebih baik dan lebih terintegrasi," ujar Menlu Retno.

Presiden Republik Indonesia Jokowi menyampaikan bahwa dampak pandemi masih dirasakan oleh kawasan dan dunia baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi.

Tantangan masih besar, namun presiden terus mengajak kerjasama dan tetap optimis.

Presiden menyambut baik deklarasi mengenai Travel Corridor Arrangement (TCA) Framework dan mendorong agar rencana implementasi harus segera diwujudkan.

Presiden menyampaikan dewan koordinasi ASEAN atau ASEAN Coordination Council, dan badan sektoral ASEAN harus bekerja cepat dan efisien dan diharapkan TCA ini akan dapat di operasionalisasi pada kuartal pertama tahun 2021.

Apresiasi Penandatanganan RCEP

Menlu Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers terkait KTT ASEAN ke-37. (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)
Menlu Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers terkait KTT ASEAN ke-37. (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)

Selain itu presiden menyambut baik penandatanganan RCEP karena setelah negosiasi selama 8 tahun akhirnya kita bisa menandatangani dan presiden menyampaikan integrasi ekonomi ini harus membawa manfaat bagi rakyat semua negara RCEP.

Presiden juga mendorong agar ASEAN terus memainkan peran agar dapat berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Oleh karena itu, ASEAN harus solid terus bekerja sama terus menyampaikan prinsip-prinsip Treaty of Amity and Cooperation serta terus menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional," papar Menlu Retno.

Dengan soliditas dan komitmen kuat untuk memajukan kerjasama inklusif, maka ASEAN tidak akan terjebak di antara rivalitas negara besar.

Presiden juga mengatakan, "Ini bukan hal yang mudah namun dengan soliditas dan komitmen kuat maka ASEAN akan dapat menjalankannya."