Presiden Jokowi bahas pasar karbon hingga vaksin dengan Menlu Inggris

·Bacaan 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Truss di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, membahas tindak lanjut kerja sama ekonomi strategis mengenai pertukaran pasar karbon, pemenuhan kebutuhan baterai litium, hingga vaksin COVID-19.

"Pertama, kerja sama antara London Stock Exchange (LSE) dan Indonesia Stock Exchange (IDX) dalam pembentukan pertukaran pasar karbon (carbon market exchange)," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Perbincangan Presiden Jokowi dan Menlu Inggris ini merupakan kerja sama ekonomi strategis sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

Kerja sama kedua mengenai investasi bersama Indonesia dan Inggris dalam pengembangan produksi katoda di Inggris untuk memenuhi kebutuhan baterai litium di Inggris dan Eropa.

"Indonesia akan menyediakan prekursor yang diperlukan dari pabrik di Indonesia yang dibangun atas investasi bersama kita," lanjutnya.

Kerja sama ketiga adalah yang terkait dengan vaksin dan bioteknologi. Sejauh ini, Indonesia telah berkomunikasi dengan Universitas Oxford untuk mengirimkan lebih banyak pelajar dan peneliti.

Menurut Presiden Jokowi, pandemi telah memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya membangun lebih banyak hub (pusat) untuk vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis. Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia siap untuk menjadi hub bagi kawasan.

"Mohon sampaikan prioritas-prioritas ini kepada PM Johnson. Indonesia akan mengirimkan tim ke Inggris untuk segera menindaklanjuti hal ini, dan tentunya dukungan Inggris terhadap Presidensi G20 Indonesia akan sangat kami hargai," katanya.

Selain berbicara soal kerja sama ekonomi strategis, pada awal pertemuan, Presiden Jokowi terlebih dahulu mengucapkan selamat atas penyelenggaraan KTT Pemimpin Dunia COP26 mengenai Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia (Inggris Raya) pada 1-2 November 2021 lalu. Menurut Presiden Jokowi, pertemuan dengan PM Boris Johnson di sela KTT COP tersebut juga berjalan dengan baik.

Kepada Menlu Inggris, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia senang dapat mendukung Inggris menjadi mitra wicara ASEAN.

"Saya harap kemitraan ASEAN-Inggris akan memperkuat kerja sama kita, berdasarkan rasa saling menghormati dan saling menguntungkan," katanya.

Dalam siaran pers Pemerintah Inggris, Kamis, yang dikutip Biro Pers Sekretariat Presiden, disebutkan bahwa Menlu Elizabeth Truss melihat Indonesia sebagai mitra utama untuk Global Britain, dan juga sebagai negara terbesar keempat di dunia berdasarkan populasi sebanyak 272 juta orang.

Indonesia juga diperkirakan akan meningkatkan produk domestik bruto lebih dari lima kali lipat sebesar 532 persen antara 2020 dan 2050, berdasarkan perkiraan The Economist Intelligence Unit.

"Ikatan yang lebih dalam dengan Indonesia, sebagai negara terbesar keempat di dunia dalam hal populasi dan kekuatan ekonomi saat ini dan masa depan, akan membantu mengamankan masa depan yang sukses bagi Inggris dan memberi hasil bagi rakyat kita," ujar Menlu Truss.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara Menlu Elizabeth Truss tampak didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins.

Baca juga: Presiden tegaskan posisi Indonesia semakin dihormati oleh negara lain
Baca juga: Presiden Jokowi tekankan posisi strategis dalam Presidensi G20
Baca juga: Pertemuan Presiden Jokowi-PM Malaysia Dato Sri Ismail bahas empat hal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel