Presiden Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak Perfilman Usmar Ismail, Insan Seni Bereaksi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jelang Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, Presiden Jokowi akan memberi gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang punya kontribusi besar kepada Ibu Pertiwi.

Pemberian gelar ini akan digelar pada 10 November 2021 di Istana Bogor. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD membenarkan rencana tersebut.

Yang menarik, salah satu dari keempat tokoh itu Usmar Ismail, yang selama ini digelari Bapak Perfilman Nasional. Keputusan Jokowi menggelari Usmar Ismail Pahlawan Nasional disambut hangat para pekerja seni termasuk Mira Lesmana.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mempelajari Usmar Ismail

Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)
Mira Lesmana. (Foto: Instagram @mirles)

Produser Mira Lesmana menilai, dengan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Usmar Ismail, masyarakat jadi ingin tahu siapa sebenarnya Usmar Ismail dan apa saja warisannya kepada Indonesia.

“Kalau kita semua pekerja seni kan sudah familier. Dengan gelar itu mereka akan mempelajari siapa Usmar Ismail dan melihat ulang apa yang sudah dia lakukan,” kata Mira Lesmana.

Film Indonesia Penting

Usmar Ismail memiliki pengaruh besar terhadap industri film Indonesia. (Sumber Foto: Cinema Poetica)
Usmar Ismail memiliki pengaruh besar terhadap industri film Indonesia. (Sumber Foto: Cinema Poetica)

“Dan (masyarakat akan) sadar, wow film Indonesia penting untuk kita semua,” imbuh produser film Ada Apa Dengan Cinta? ketika dihubungi Showbiz Liputan6.com, Jumat (29/10/2021) kemarin.

Mira Lesmana menyebut, Usmar Ismail lewat film-filmnya meletakkan fondasi perfilman Nasional. Sampai akhir hayatnya, ia tetap memperjuangkan para seniman layar lebar dan melahirkan karya.

It's About Time

Morgan Oey. (Foto: Instagram @morganoey)
Morgan Oey. (Foto: Instagram @morganoey)

Morgan Oey menyambut hangat rencana Jokowi. Ini sekaligus menunjukkan perhatian RI1 terhadap peran penting seni khususnya film dalam memperkuat aspek budaya masyarakat Indonesia.

“Senang mendengar kabar gembira ini. It's about time! Beliau sangat pantas menyandang gelar Pahlawan Nasional,” seru bintang film Ngenest dan Assalamualaikum Beijing saat dihubungi via telepon.

Perjuangan Usmar Adalah Contoh

Usmar Ismail. (Ministry of Education (Kempen), Public domain, via Wikimedia Commons)
Usmar Ismail. (Ministry of Education (Kempen), Public domain, via Wikimedia Commons)

“Semoga karya dan perjuangan beliau bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi kita semua untuk terus berkreasi juga berkarya,” ia mengakhiri. Usmar Ismail melahirkan sejumlah karya legendaris di era klasik.

Berkarier sejak 1949, ia memproduksi sejumlah karya monumental yang dikenang hingga kini antara lain Darah dan Doa, Dosa Tak Berampun hingga Lewat Djam Malam yang direstorasi lalu diedarkan ulang pada tahun 2012.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel