Presiden Jokowi Bicara Setahun Pandemi COVID-19 di Indonesia

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tepat setahun, pandemi COVID-19 melanda Tanah Air. Usai ditemukannya kasus pertama dan kedua. Pasca itu, Indonesia mengalami masa-masa yang terkait kesehatan hingga ekonomi.

Presiden Jokowi mengatakan, selama satu tahun belakangan tak pernah diprediksi oleh seluruh umat manusia. Virus Corona adalah bencana kemanusiaan. Tidak ada satu pun negara tidak terkena wabah tersebut.

"Satu tahun ini kita telah diberi pengalaman, diberi pelajaran yang sangat luar biasa. Bukan hanya bencana alam, tetapi juga bencana non-alam berupa pandemi COVID-19. Dan dalam menghadapi bencana kemanusiaan yang tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah, sisi kesehatan, sisi ekonomi, harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan," kata Presiden Jokowi, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 3 Maret 2021.

Baca juga: Dugaan Suap di Ditjen Pajak, Misbakhun Soroti Kinerja Menkeu

Pandemi COVID-19 melanda seluruh wilayah di Tanah Air. Maka penanganannya pun butuh kerja keras dari jajaran pemerintah dan semua pihak, tidak lagi seperti sebelum pandemi. Perlu inovasi, kerja cepat dan berkolaborasi antar instansi dan lembaga.

Dalam kesempatan itu pun, ia memuji Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mendedikasikan seluruh waktunya ikut bekerja dalam menangani dan menyelesaikan krisis akibat pandemi ini.

"Dan pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana," ujar mantan Gubernur DKI itu.

Dalam kesempatan itu, Kepal BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, kerja keras seluruh elemen masyarakat dan instansi negara membuktikan Indonesia bangsa yang mengedepankan gotong royong. Meski pandemi COVID-19 telah menghantam sektor kesehatan, menghentikan segala aktivitas sosial, dan melumpuhkan ekonomi masyarakat.

Pengendalian COVID-19, kata dia, berjalan paralel supaya penularan dapat ditekan dan juga dampak pandemi sebisa mungkin meminimalisir terjadinya pemutusan hubungan kerja.

Momentum satu tahun pandemi pun, lanjut mantan Danjen Kopassus TNI AD ini, lembaganya juga terus melakukan evaluasi. Yakni mempertahankan yang sudah baik dan menyempurnakan yang masih kurang.

"Kita harus optimis bahwa semua kebijakan yang telah digariskan oleh bapak Presiden selaku Kepala Negara dan kepala pemerintahan akan membawa bangsa Indonesia keluar dari masalah kesehatan dan ekonomi," kata Doni, yang juga menjabat Ketua Satuan tugas Penanganan COVID-19.