Presiden Jokowi diusulkan jadi kandidat 110 Tokoh Sawit Indonesia

·Bacaan 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan masuk dalam kandidat 110 Tokoh Sawit Indonesia yang dinilai berperan dan berkontribusi dalam pembangunan kelapa sawit di Tanah Air.

Untuk menyambut 110 tahun keberadaan kelapa sawit di Tanah Air, Majalah Sawit Indonesia akan meluncurkan 110 Tokoh Sawit Indonesia sebagai penghargaan atas dedikasi berbagai pihak untuk menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis dan andalan Indonesia.

Menurut Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri di Jakarta, Jumat, proses pemilihan 110 Tokoh Sawit Indonesia tersebut melibatkan pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Dengan cara ini, hasil polling yang diperoleh akan lebih kredibel dan partisipatif. Sebab, semua pihak terlibat dalam polling, bukan sebatas subjektif pilihan kami,” ujarnya.

Kegiatan jajak pendapat secara daring sejak 31 Oktober hingga 15 November 2021 ini telah menjangkau responden di 22 provinsi sentra kelapa sawit.

Baca juga: Presiden Jokowi dorong pengolahan CPO jadi biodiesel

Dari data sementara, lanjutnya, banyak nama pilihan responden yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan praktisi kelapa sawit. Adapula yang mengusulkan Presiden Joko Widodo dan beberapa nama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Argumen responden hampir sama. Presiden Jokowi dinilai punya kebijakan bagus di sektor perkelapasawitan seperti Peremajaan Sawit Rakyat, mandatori B30, dan peningkatan industri hilir,” ujar Qayuum.

Tim Penilai Polling 110 Tokoh Sawit Indonesia Rusman Heriawan menambahkan upaya Pemilihan 110 Tokoh Sawit Indonesia perlu diapresiasi dan sangat tepat di tengah semakin semaraknya isu positif dan juga skeptis tentang sawit.

Menurut mantan Wakil Menteri Pertanian itu, pandangan positif terhadap kebaikan sawit juga terus digaungkan oleh para pemangku kepentingan, baik secara sendiri-sendiri maupun melalui kolaborasi dan kerjasama antar mereka.

Hasil jajak pendapat akan diumumkan pada 24 November 2021, bersamaan dengan Kegiatan Refleksi 110 Tahun Kelapa Sawit di Indonesia. Kegiatan ini ditargetkan akan dihadiri 1.000 peserta untuk mengikuti webinar bertemakan “110 Tahun Kelapa Sawit di Indonesia dan Peranannya Bagi Negara”.

Baca juga: Presiden sayangkan perlakuan diskriminatif UE soal kelapa sawit RI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel