Presiden Jokowi: Jangan Hanya Jadi Smart Digital User

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo mengakui bahwa pandemi COVID-19 telah ikut mempercepat terbentuknya pola pendidikan yang berbasis teknologi. Untuk itu, Kepala Negara menegaskan, saat ini Indonesia harus bisa menjadi bagian dari produsen teknologi.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen saja melainkan juga menjadi produsen dari teknologi itu sendiri.

"Kita jangan hanya jadi smart digital user, tapi kita harus mampu mencetak smart digital specialist," ujar Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan di acara Musrenbangnas 2021, Selasa 4 Mei 2021.

Baca juga: 2.600 Penerbangan China Tertunda saat Puncak Mudik Hari Buruh

Ia menekankan, pesatnya perkembangan teknologi di dunia harus bisa dimanfaatkan secara optimal di berbagai sektor, termasuk di industri keuangan Indonesia. Menurut Jokowi, maraknya layanan financial technology atau fintech sudah menandakan maraknya pemanfaatan teknologi di industri keuangan.

"Yang mampu mengoperasikan bisnisnya dengan sangat efisien," imbuhnya.

Meski demikian, Jokowi tak lupa mengingatkan agar industri keuangan juga harus selalu berhati-hati dengan maraknya perkembangan teknologi di industri keuangan tersebut.

Karena, sambungnya, ke depan akan semakin banyak perusahaan atau bidang usaha yang ikut mengandalkan perkembangan terkini di bidang teknologi melalui berbagai inovasi.

"Industri keuangan sudah mulai bergeser menjadi perusahaan yang mengandalkan teknologi dan inovasi. Maka dari itu kita harus hati-hati mengenai (persaingan) ini," ujarnya.

Tak hanya di sektor keuangan, Jokowi menegaskan, perkembangan teknologi serupa juga semakin pesat terjadi di berbagai sektor lainnya, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan.

Sebagaimana perubahan-perubahan yang terjadi di industri keuangan akibat pesatnya perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut, maka pada sektor kesehatan teknologi serupa juga bisa digunakan untuk mendiagnosis pasien bahkan hingga melakukan tindakan operasi jarak jauh.

"Jadi soal healthtech ini kita juga harus hati-hati. Karena pemanfaatan artficial intelligence itu juga bisa dimanfaatkan untuk diagnosis, pelaksanaan pengobatan, hingga tindakan operasi jarak jauh," kata Jokowi.