Presiden Jokowi Minta Defend ID Tekan Ketergantungan Impor

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta holding BUMN pertahanan atau Defend ID untuk meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian nantinya, holding industri pertahanan ini mampu menurunkan ketergantungan impor.

"Akan terus mendorong peningkatan TKDN. Harus terus diperbesar terus. Dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan kita. Goalnya ke sana," katanya dalam tayangan youtube, Rabu (20/4).

Presiden Jokowi meminta TKDN produk-produk pertahanan unggulan terus ditingkatkan dari angka yang telah dicapai saat ini yaitu 41 persen. Angka ini diminta agar bisa terus naik dan nanti pada akhirnya 100 persen.

"Kita harus begerak cepat, lincah dan juga jeli melihat peluang. Pro aktif menjawab peluang agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini penting sekali. Dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri," jelasnya.

Peluncuran holding Defend ID menjadi program strategis BUMN industri pertahanan dan harus dijadikan lompatan untuk bertransformasi. Lalu membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan modern.

"Kita harus membentuk BUMN industri pertahanan yang kuat dan mandiri yang mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri utama nya dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global," jelas Presiden Jokowi.

Dia menambahkan, BUMN industri pertahanan ini akan menjadi ujung tombak kemandirian industri pertahanan indonesia. Untuk itu, harus menguasai teknologi manufaktur dan komponen terkini berbasis dual use technology dengan membangun global partnership seluas-luasnya dengan siapa pun yang mau transfer teknologi.

"Jadi semuanya ajak tapi tetap mayoritas kita. Sehingga juga agar pasar kita lebih membesar. Terus berinovasi mencari cara dan mencari terobosan. Baik itu terobosan di bidang sdm, bahan baku, produk, prosis bisnis dan operasionalnya. Semuanya. Semuanya harus excellent, yang terbaik," tandasnya.

Diresmikan Jokowi

Presiden Joko Widodo meresmikan pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan bernama Defense Industry Indonesia atau Defend ID. Dalam holding BUMN ini terdapat lima perusahaan pertahanan yakni PT LEN Industri, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia dan PT Dahana.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, holding dan program strategis BUMN industri pertahanan Defend ID saya luncurkan hari ini," kata Presiden Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4).

Jokowi menuturkan, Indonesia memang harus segera membangun kemandirian industri dan mendorong industri pertahanan dalam negeri. Agar, industri pertahanan nasional bisa masuk ke persaingan global dan memenuhi kebutuhan pertahanan pokok dalam rangka menjaga kedaulatan negara NKRI.

"Kemandirian industri pertahanan ini harus diwujudkan bersama tidak bisa sendiri-sendiri atau secara parsial. Kita perkuat industri dan ekosistemnya agar tumbuh dan berimbang dan semakin maju," tuturnya.

Pembentukan holding BUMN pertahanan ini sudah lama dinantikan Jokowi. Bahkan, dia mengaku sempat mendesak para menteri terkait agar segera direalisasikan. Tujuannya konsolidasi dan ekosistem ini bisa bersaing kuat dan menguntungkan.

"Ini sudah lama saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar industri pertahanan kita jauh terkonsolidasi," kata dia. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel