Presiden Jokowi Minta Jepang Investasi Rp9,5 T Kembangan Pelabuhan Patimban

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Konsorsium Toyota Tsusho akan mengembangkan Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat. Pada tahap pertama, bagian dari Toyota Group ini memberikan investasi sebesar Rp 14 triliun. Menko Airlangga mengatakan saat ini sedang didorong investasi lanjutan sebesar Rp 9,5 triliun.

"Tahap pertama ini sudah investasi Rp 14 triliun dan minta didorong investasi lanjutan Rp 9,5 triliun," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers usai pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Jepang, dikutip Kamis (28/7).

Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan menuju Pelabuhan Patimban sepanjang 22,94 kilometer (km). Sedangkan sisanya sepanjang 14,11 km akan dikerjakan badan usaha jalan tol dalam negeri.

Selain itu, Jokowi juga mendesak Jepang untuk segera menuntaskan proyek proving ground pengetesan otomotif berbentuk sirkuit. Investasi dengan nilai Rp 1,81 triliun diminta untuk segera di percepat penuntasannya.

"Proyek yang dilakukan Toyota Tsusho ini diminta untuk dilakukan percepatan karena ini penting buat ekspor otomotif Indonesia. Thailand dan Vietnam ini sudah punya proving ground," kata dia.

Tagih Detail Harga Pembangunan Proyek MRT Fase 2

harga pembangunan proyek mrt fase 2 rev3
harga pembangunan proyek mrt fase 2 rev3.jpg

Menko Airlangga mengatakan dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi juga menagih kelanjutan proyek MRT fase 2 di jantung Jakarta. Presiden meminta MRT segera menghitung dana yang diperlukan untuk pembangunan kereta tersebut.

"Dari sisi perhitungan cost per kilometer ini berapa karena semua desainnya ini disiapkan konsultan Jepang," kata dia.

Presiden Jokowi meminta hitungan tersebut harus lebih detail. Mengingat pada fase kedua ini tengah dibangun MRT dari Bundaran HI hingga kawasan Kota. Selain itu ada juga pembangunan tahap 2B yang meliputi Kota menuju Ancol Barat.

"Ini diminta detailnya demikian juga untuk proyek MRT Timur Bawah," kata dia.

Sementara itu, terkait investasi sektor energi, Jepang telah sepakat untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan pabrik-pabriknya di Indonesia. Salah satunya dengan mengkombinasikan pembakaran dari amonia dengan batuara.

"Jepang mau kombinasi pembakaran dari amonia dengan batubara sesuai dengan target Indonesia dalam agenda G20 untuk transisi energi," kata dia.

Hal ini sesuai dengan target Indonesia untuk bertransisi ke energi yang lebih bersih dalam rangka menjaga lingkungan. Dia menargetkan prototipe penggunaan amonia dengan batubara ini segera dilakukan. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel