Presiden Jokowi Minta Negara Anggota D-8 Dorong Akses Vaksin COVID-19 yang Adil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar negara anggota D-8 dapat mendorong akses vaksin COVID-19 yang adil.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam siaran langsung di akun Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (8/4/2021) malam.

"Presiden Jokowi menyampaian D-8 harus terus dapat mendorong akses adil terhadap vaksin. Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis ini," kata Retno Marsudi.

"Presiden mengajak pimpinan negara D-8 menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin multilateral."

Menlu Retno juga menyampaikan: "Ditegaskan bapak presiden vaksin COVID-19 adalah barang publik global. Oleh karenanya, dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua."

Dalam KTT D-8 bersama tujuh kepala negara lainnya yang meliputi, Bangladesh (sebagai ketua), Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki dan Nigeria, Jokowi menyebutkan bahwa dunia harus dapat menggandakan kapasitas produksi. Dan ini berarti tidak boleh ada restriksi terhadap produksi dan distribusi vaksin.

Tingkatkan Produksi Vaksin Mandiri

Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa D-8 dapat berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi, mendorong akses yang sama dan mendorong transfer teknologi.

Beberapa dari negara D-8 termasuk Indonesia saat ini tengah mengembangkan produksi mandiri atau vaksin Merah Putih dalam hal Indonesia.

Untuk itu Jokowi meminta agar negara D-8 harus membuka kerja sama pengembangan dan produksi vaksin ke depan.

Saksikan Video Berikut Ini: