Presiden Jokowi Minta Tiap Kunjungan Luar Negeri Bisa Bawa Oleh-Oleh Investasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan dalam setiap kunjungan luar negeri harus bisa membawa buah tangan berupa investasi. Sehingga dalam setiap lawatannya tidak hanya melakukan komunikasi bilateral maupun multilateral.

"Setiap kunjungan keluar negeri harus dapat nilai investasi jadi bukan hanya komunikasi bilateral saja," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Kementerian Investasi, Nurul Ichwan dalam Talkshow Diplomasi Ekonomi Indonesia Menuju Investasi Inklusif Berkelanjutan, Jakarta, Jumat (5/8).

Lawatan kepala negara, kata Nurul, harus menghasilkan pondasi kegiatan investasi bisnis di Indonesia. Entah dengan siapapun, komunikasi dilakukan.

Nurul mengatakan hasil kunjungan Presiden Jokowi di Tokyo selama beberapa hari telah menghasilkan nilai investasi sebesar USD 5,25 miliar atau setara RP 75,4 triliun. Investasi langsung tersebut berasal dari 10 perusahaan besar yang bertemu dengan rombongan Jokowi bulan lalu.

"Di Jepang, nilai yang didapat dari 10 perusahaan yaitu USD 5,25 miliar, ini baru dari Jepang saja," kata dia.

Buah Tangan dari Korea Selatan

dari korea selatan rev1
dari korea selatan rev1.jpeg

Selain melakukan perjalanan ke Tokyo, Presiden Jokowi beserta rombongannya juga terbang ke Seoul, Korea Selatan. Di sana, Presiden Jokowi dan para menterinya bertemu dengan 10 perusahaan besar.

Hasil pertemuan tersebut pun menghasilkan nilai investasi yang lebih besar dari Jepang. Tercatat nilai investasi yang masuk sebesar USD 6,72 miliar atau setara USD 100,69 triliun.

"Nilai yang kita tarik dari Korea Selatan USD 6,72 miliar," kata dia.

Sehingga total nilai investasi yang dikumpulkan dari lawatan Presiden Jokowi di Asia Timur mencapai USD 11,97 miliar atau lebih dari Rp 174 triliun.

"Jadi jumlah yang kita dapat Rp 174 triliun lebih dari oleh-oleh ke Asia Timur," kata dia. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel