Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Karalloe di Sulawesi Selatan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gowa - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Karalloe yang berada di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Selasa (23/11/2021). Peresmian ini ditandai dengan dibukanya pintu air bendungan tersebut.

"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan," kata Jokowi sesaat sebelum beranjak memutar pintu air, di Bendungan Karalloe, Selasa (23/11/2021).

Jokowi menjelaskan bahwa bendungan yang pengerjaannya dimulai sejak 2013 ini menghabiskan anggaran sebesar Rp1,27 triliun. Pembangunannya sendiri sempat tertunda lantaran persoalan pembebasan lahan, dan kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2017.

"Hari ini Alhamdulillah telah selesai dan siap untuk kita resmikan," imbuhnya.

Meski lokasi pembangunannya berada di Kabupaten Gowa, Bendungan Karalloe ini nantinya akan mengairi 7.000 persawahan di Kabupaten Jeneponto. Produksi pertanian pun dipastikan akan meningkatkan dengan aktifnya bendungan seluas 145 hektare ini.

"Sehingga dengan adanya Bendungan Karalloe ini petani yang sebelumnya dulu hanya panen padi sekali dan palawija sekali, nanti bisa dua kali panen padi dan sekali palawija. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan income dan kesejahteraan para petani," ucap orang nomor satu di Tanah Air ini.

Selain untuk pertanian, tambah Jokowi, Bendungan Karalloe juga memberikan sejumlah manfaat lain. Termasuk untuk pembangkit listrik dan kebutuhan air baku bagi warga di Kabupaten Gowa dan Jeneponto.

"Ini juga akan memberikan dampak yang baik karena airnya di-manage dari Bendungan Karalloe ini. Dan juga pemanfaatan bagi pembangkit listrik dan air baku yang semuanya nanti diperuntukkan bagi masyarakat," papar Jokowi.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel