Presiden: Kegembiraan Lebaran jangan kurangi kewaspadaan dan prokes

Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar kegembiraan Lebaran Idul Fitri 1433 H jangan sampai mengurangi kewaspadaan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Merayakan kemenangan seusai sebulan berpuasa kian berarti karena tahun ini kita boleh mudik dan berlebaran bersama keluarga dan handai tolan di kampung halaman," demikian cuit Presiden dalam akun Twitter resminya, @jokowi, pada Senin.

"Saya berharap kegembiraan itu tidak mengurangi kewaspadaan kita untuk tetap menjalankan protokol kesehatan," tulis Presiden dalam cuitan yang sama.


Baca juga: Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana Shalat Id di halaman Gedung Agung

Baca juga: Warga diizinkan Shalat Id bersama Presiden di halaman Gedung Agung


Idul Fitri 1433 H menjadi kali pertama pemerintah Indonesia secara resmi memperbolehkan masyarakat kembali melakukan perjalanan mudik di tengah situasi pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya berakhir.

Pemerintah menetapkan vaksinasi COVID-19 sebagai persyaratan perjalanan mudik tahun ini, di mana bagi masyarakat yang sudah menerima hingga dosis penguat atau booster tidak lagi harus memperlihatkan hasil tes antigen maupun PCR.

Pemerintah memperkirakan sedikitnya 85 juta warga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Idul Fitri 1433 H.

Sebelumnya, pemerintah juga tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan prokes selama perjalanan mudik maupun saat merayakan Idul Fitri dan bersilaturahmi.

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito sebelumnya telah menjabarkan anjuran pelaksanaan Shalat Idul Fitri maupun aktivitas silaturahmi Lebaran yang tetap tertib prokes.

Salah satunya, anjuran agar Shalat Id dilakukan di tempat terbuka, menjaga jarak dan tetap memakai masker.

Hal itu turut dipraktikkan oleh Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta putra bungsu mereka Kaesang Pangarep saat menunaikan Shalat Id di halaman Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Shalat Id diselenggarakan secara terbatas dan diikuti oleh perangkat kepresidenan, Pasukan Pengamanan Presiden, dan keluarga pegawai Istana Yogyakarta, serta warga dalam jumlah terbatas.

Baca juga: Masmin Afif ditunjuk jadi khotib Shalat Id yang akan diikuti Presiden

Baca juga: Presiden Jokowi akan laksanakan Shalat Id di Gedung Agung Yogyakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel