Presiden: Kesuksesan G20 tanggung jawab kolektif seluruh anggota

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 merupakan tanggung jawab kolektif seluruh negara anggota G20.

"Kesuksesan G20 merupakan collective responsibility dari seluruh negara G20," kata Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di sela rangkaian KTT G20, di Nusa Dua, Bali, Senin.

Dia menyampaikan harapan dunia sangat besar terhadap G20 sebagai katalis pemulihan global. Dia berterima kasih atas dukungan Jepang terhadap Presidensi G20 Indonesia.

Sementara itu terkait kerja sama ekonomi dengan Jepang, Presiden Jokowi mendorong penyelesaian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Baca juga: Jokowi mendorong Asia Timur perkokoh fondasi perdamaian Indo-Pasifik

Baca juga: Presiden Jokowi resmi meluncurkan Dana Pandemi jelang KTT G20

Presiden Jokowi juga membahas pembangunan infrastruktur dengan PM Kishida dan mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman kelanjutan MRT fase 1 hari ini dan kerja sama studi MRT fase 3 akhir Oktober lalu.

"Saya harapkan dukungan Yang Mulia agar proyek MRT bisa selesai tepat waktu," ujar Jokowi.

Kerja sama di kawasan juga menjadi hal yang diperbincangkan dalam pertemuan bilateral tersebut.

Presiden Jokowi mengatakan, Keketuaan ASEAN oleh Indonesia bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN-Jepang.

Presiden menggarisbawahi pentingnya untuk terus menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan dan membangun industri hijau di kawasan.

Baca juga: Jokowi undang Jepang kembangkan ekosistem kendaraan listrik di ASEAN

"Saya mendorong implementasi konkret sinergi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dengan Free and Open Indo-Pacific (FOIP). Tahun depan, Indonesia juga akan mendorong engagement negara Pasifik dengan ASEAN. Indonesia juga ingin mengajak Jepang mempererat kerja sama dengan negara-negara di Pasifik," jelas Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Arifin Tasrif, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani.