Presiden Korea Selatan Bakal Larang Konsumsi Daging Anjing di Negaranya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sedang mempertimbangkan pelarangan konsumsi daging anjing. Langkah itu disambut baik oleh kelompok hak asasi hewan.

Dilansir dari ABC News, Rabu (29/9/21), berdasarkan informasi dari kantor kepresidenan, pembahasan itu terlontar dalam pertemuan mingguan dengan Perdana Menteri Kim Boo-kyum. Ia memberitahu presiden mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan pengelolaan hewan terlantar.

Moon mengatakan bahwa pemerintah harus meninjau larangan konsumsi daging anjing. Tidak diketahui pasti, kapan peninjauan ini akan dilakukan dan kapan larangan tersebut akan direalisasikan.

Diketahui, Presiden Moon Jae-in merupakan pecinta anjing. Ia tinggal bersama dengan beberapa anjing di kompleks kepresidenan.

"Kami menyambut komentar Presiden Moon Jae-in yang menginstruksikan untuk meninjau larangan konsumsi daging anjing dan berharap akan ada kemajuan substansial dalam hal itu," demikian pernyataan resmi organisasi hak-hak hewan.

Lee Won Bok, Kepala Asosiasi Perlindungan Hewan Korea menyampaikan bahwa, para aktivis mulai mengunjungi kantor kepresidenan dan parlemen untuk meminta agar pelarangan konsumsi daging anjing dipercepat. Beberapa aktivis juga berkumpul di pusat kota Seoul menyeru pemerintah dan parlemen agar menyusun pelarangan konsumsi daging anjing sambil membawa plakat berukuran besar yang bertuliskan ‘Undang-Undang yang melarang pembantaian anjing dan kucing!’.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

ilustrasi by: Wawan
ilustrasi by: Wawan

Restoran Masih Beroperasi

Ilustrasi anjing Golden Retriever. (dok. Helena Lopes/Unsplash.com)
Ilustrasi anjing Golden Retriever. (dok. Helena Lopes/Unsplash.com)

Melansir Bloomberg, Korea Selatan merupakan satu dari beberapa negara yang mengonsumsi daging anjing dan telah dikritik karena melakukan perdagangan hewan dan pembunuhan dengan menggunakan pukulan, digantung, dan menggunakan sengatan listrik. Negara itu saat ini tidak memiliki larangan khusus dalam mengonsumsi daging anjing.

Restoran yang menyediakan daging anjing pun masih bebas dibuka. Meski begitu, jumlahnya mulai berkurang karena banyak anak muda yang menganggap daging tersebut kurang menggugah selera.

Negeri Ginseng memang memiliki undang-undang perlindungan hewan. Tujuannya untuk mencegah kekejaman terhadap anjing dan kucing, tetapi bukan mengenai konsumsi anjing.

1 Juta Anjing

Ilustrasi interaksi anjing dengan pemiliknya (pixabay)
Ilustrasi interaksi anjing dengan pemiliknya (pixabay)

Lee memperkirakan sekitar satu juta anjing dibunuh setiap tahunnya di Korea Selatan sebagai bahan makanan. Jenis anjing yang sering dikonsumsi di Korea Selatan dicantaranya Golden Retriever, Jindo, dan Tosa. Beberapa orang tua di Korea Selatan percaya bahwa dengan mengonsumsi daging anjing dapat meningkatkan stamina seksual.

Namun, tidak sepenuhnya mitos itu benar. Dikutip dari kanal Global Liputan6.com, salah satu bahaya terbesar dari daging anjing adalah penyebaran rabies ke hewan dan manusia. Pekerja dapat dengan mudah terinfeksi rabies selama penyembelihan dan menyebarkan penyakit ke anjing dan manusia lainnya.

Selain rabies, daging anjing juga bisa menyebabkan penyakit berbahaya lainnya, seperti infeksi Salmonella dan E.coli 107. Ada juga bahaya infeksi bakteri seperti antraks, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis dapat menyebar melalui daging ke manusia. (Gabriella Ajeng Larasati)

Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi

Infografis Imbauan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Imbauan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel